Ngawi (beritajatim.com) – Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan Mal Pelayanan Publik (MPP) Ngawi sebagai pusat integrasi layanan masyarakat. Menurutnya, MPP saat ini sudah cukup lengkap dengan kehadiran sekitar 42 hingga 43 instansi yang memberikan berbagai layanan publik.
“Kalau instansi saya rasa ini sudah cukup karena sudah 42 kalau enggak salah atau 43. Itu sudah merangkum beberapa kegiatan pelayanan publik, biar semuanya ada di sini,” ujar Ony.
Namun demikian, ia mengakui bahwa upaya optimalisasi layanan terus dilakukan, salah satunya melalui transformasi digital. Pemerintah Kabupaten Ngawi sedang mengembangkan pelayanan publik berbasis digital agar masyarakat tidak perlu selalu datang ke MPP secara fisik.
“Kita juga akan terapkan pelayanan publik secara digital. Terus kemudian tidak hanya dipusatkan di MPP ini. Jadi pelayanannya bisa lebih dekatkan lagi di kecamatan atau ke desa. Harapannya ke depan masyarakat tidak harus berbondong-bondong ke MPP,” jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen pribadi, Ony bahkan berkantor langsung di MPP untuk memantau secara langsung efektivitas pelayanan. Dengan adanya sistem pemantauan seperti CCTV, ia bisa melihat kondisi ruang tunggu, kecepatan pelayanan, hingga kinerja petugas secara real-time.
“Ini untuk bisa memantau, ini kan ada CCTV-nya untuk teman-teman yang ada di lantai dua (ruang pelayanan). Bagaimana situasi di atas, ruang tunggunya seperti apa, pelayanannya, kecepatannya seperti apa, dan lain sebagainya,” tambahnya.
Terkait kendala di lapangan, Ony mengungkapkan bahwa secara umum pelayanan berjalan baik dan tidak ada masalah krusial. Hanya saja, ada masukan dari masyarakat mengenai lamanya waktu antrean.
“Alhamdulillah, secara spesifik terkait pelayanan itu enggak ada yang krusial mulai dari kecepatannya, permintaan persyaratannya, dan lain sebagainya. Yang ada masukan itu terkait lama dari antrian,” katanya.
Sebagai solusi, Pemkab Ngawi tengah mengembangkan sistem antrean online yang memungkinkan masyarakat melakukan pemesanan dari rumah. Dengan sistem ini, warga bisa mengetahui waktu pasti layanan tanpa harus menunggu lama di lokasi.
“Nanti akan kita evaluasi bagaimana bisa booking antrian itu dari rumah. Sehingga nanti ketika dia sudah booking, dia tahu jadwal diterimanya jam berapa sehingga tidak harus langsung ke kantor,” katanya.
Sejarah MPP Ngawi, Gedung Mangkrak Hingga Berfungsi Strategis
Gedung Mal Pelayanan Publik Ngawi tak benar-benar dibangun dari nol. Gedung tersebut dulunya adalah pertokoan yang ditinggalkan. Mulai ditinggal pembeli sampai akhirnya para pedagang juga angkat kaki.
Bertahun-tahun tak terpakai, Bupati Ngawi Ony Anwar lantas mulai berpikir bagaimana menghidupkan kawasan strategis tersebut. Ditambah, banyak masyarakat yang mengusulkan adanya Mal Pelayanan Publik seperti di daerah lain.
Lantas, ide ini muncul. Kemudian, pada 2023, bangunan yang dulu dikenal sebagai Plaza Ngawi itu dibongkar. Anggaran Rp18 miliar digelontorkan untuk membangun Mal Pelayanan Publik. Hingga akhirnya gedung itu selesai dibangun pada akhir 2023.
Meski belum diresmikan, namun Gedung MPP langsung dimanfaatkan untuk pelayanan. Kemudian, pada 27 Juni 2024 akhirnya MPP diresmikan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, memberikan apresiasi tinggi terhadap Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Ngawi saat meresmikannya pada Kamis (27/6/2024). Ia memuji kesiapan serta integrasi layanan publik dengan pelaku UMKM yang dinilainya sebagai langkah inovatif.
“Saya apresiasi MPP Ngawi yang disiapkan dengan baik dan serius oleh Pak Bupati. Integrasi layanan publik dengan UMKM ini keren. Tidak banyak MPP yang terintegrasi dengan UMKM seperti ini,” ujar Azwar Anas, kala itu.
Ia juga mengapresiasi perkembangan MPP Ngawi yang sudah berjalan cukup lama. Menurutnya, keberadaan MPP di lokasi strategis dan mudah diakses menjadi nilai tambah tersendiri.
“MPP Ngawi ini berada di lokasi strategis dan banyak dikunjungi. Saya harap pelayanannya terus ditingkatkan sesuai arahan Bapak Presiden,” tambahnya.
Azwar Anas menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah mengembangkan MPP digital. Dengan sistem layanan online, masyarakat tidak perlu datang langsung ke lokasi untuk mengurus berbagai keperluan.
“MPP digital ini perlu proses, tetapi fisiknya sudah ada di sini. Harapannya, layanan elektronik ini bisa segera berjalan,” tuturnya.
Saat ini, MPP Ngawi melayani lebih dari 200 jenis layanan publik. Ia berharap peresmian ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya harap Ngawi bisa terus berproses menjadi kabupaten yang bangga melayani bangsa,” harap Azwar Anas.
Sebagai penutup, ia menyarankan agar MPP Ngawi rutin melakukan survei kepuasan masyarakat guna mengetahui aspek layanan yang perlu ditingkatkan.
“Mudah-mudahan UMKM di Ngawi juga bisa tumbuh dengan adanya MPP ini,” pungkasnya. [fiq/ian]






