Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 278 atlet muda dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur yang digelar oleh Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur. Ajang pencarian bakat ini berlangsung di Lapangan Jatim Seger, Surabaya, pada 9-13 April 2025.
Kejurprov kali ini mempertandingkan enam kelompok umur, yakni junior (18–19), youth A (16–17), youth B (14–15), youth C (12–13), youth D (10–11), dan youth E (7–9). Masing-masing kategori mempertandingkan nomor lead, speed, dan boulder, dengan ketentuan kelompok C, D, dan E hanya mengikuti lead dan speed.
Ketua Umum FPTI Jatim, Dhanu Iswara, menyatakan bahwa ajang ini menjadi tahap seleksi penting menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 2025 yang direncanakan digelar di Tangerang Selatan, Banten.
“Dari kejurprov tahun ini hanya diambil satu atlet dari masing-masing kategori, yakni lead, speed, dan boulder. Jadi hanya tiga atlet putra dan tiga atlet putri teratas yang berhak ikut kejurnas,” ucap Dhanu, Kamis (10/4/2025) di lokasi pertandingan.
Namun begitu, FPTI Jatim juga membuka peluang bagi atlet peringkat dua dan tiga untuk turut serta di kejurnas, meski pembiayaannya akan dibebankan kepada keluarga atlet masing-masing.
“Pengurangan kelompok umur pada kejurnas sudah berjalan sejak tahun lalu. Di mana kejurnas di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2025 sudah memangkas kelompok umur,” tambahnya.
Selain mencari perwakilan terbaik untuk kejurnas, FPTI Jatim juga menjadikan ajang ini sebagai sarana pemantauan bakat melalui talent scouting. Kelompok junior dan youth A menjadi sasaran utama pemantauan tim Puslatda, di samping hasil dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berbagai kejuaraan lainnya.
“Adapun untuk kelompok umur youth C, D, dan E hanya melombakan speed dan lead, dan tiap kategori maksimal diikuti dua atlet. Nah, di kelompok usia ini akan dijadikan bank data untuk dipantau talent scouting,” pungkas Dhanu. [way/beq]






