Mojokerto (beritajatim.com) – Produksi Gabah Kering Panen (GKP) Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan dari 315.200 ton pada tahun 2023 menjadi 318.065 ton pada tahun 2024. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra saat Panen Raya Padi serentak secara virtual melalui zoom di Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu.
Panen Raya Padi serentak seluruh Indonesia tersebut melibatkan 172 Kabupaten/Kota dari 14 provinsi. Puncak acara digelar di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto secara langsung. Sementara Kepala Daerah lainnya mengikuti secara daring/zoom.
“Produksi Gabah Kering Panen Kabupaten Mojokerto mengalami peningkatan dari 315.200 ton pada tahun 2023 menjadi 318.065 ton pada tahun 2024. Kami optimis target 319.821 ton pada tahun ini dapat tercapai berkat kerja keras petani dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkapnya, Senin (7/4/2025).
Salah satu faktor kunci dalam pencapaian ini, menurut Gus Barra (sapaan akrab, red) adalah penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram oleh pemerintah. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu kesejahteraan petani dan mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam meningkatkan produksi.
“Selain itu, pentingnya alokasi dana desa sebesar 20 persen untuk sektor pertanian sehingga kami, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaan anggaran tersebut agar dapat mendukung petani lokal dan menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto,” katanya.
Gus Barra ingin para petani di Kabupaten Mojokerto tidak hanya merasakan manfaat dari hasil jerih payah mereka, tetapi juga melihat peningkatan kualitas hasil pertanian yang ramah lingkungan. Dalam menghadapi tantangan global terkait ketahanan pangan, Gus Barra optimis bahwa pencapaian di Kabupaten Mojokerto dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Karena potensi luas panen padi di Kabupaten Mojokerto pada bulan April diperkirakan mencapai 9.000 Ha. Hingga tanggal 5 April 2025, luas lahan yang sudah dipanen mencapai 817 Ha, dengan total gabah petani yang diserap oleh Bulog mencapai 1.945,778 ton. Kami ingin menjadi pionir dalam pengelolaan pertanian yang berkelanjutan dan inovatif,” ujarnya.
Sehingga, tegasnya, hal tersebut dapat berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia. Kegiatan Panen Raya Padi serentak seluruh Indonesia tersebut menunjukkan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, petani dan masyarakat sehingga pencapaian dalam sektor pertanian dapat diraih, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Dengan semangat dan komitmen yang kuat, Kabupaten Mojokerto siap melangkah maju, berkontribusi dalam meningkatkan produksi padi dan mewujudkan kemandirian pangan untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Kegiatan Panen Raya Padi serentak seluruh Indonesia di Kabupaten Mojokerto juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mojokerto. [tin/kun]






