Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Forkopimda melaksanakan panen raya padi di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (7/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari panen serentak nasional yang digelar secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencakup 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota.
Pemerintah Kota Mojokerto menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk dengan optimalisasi lahan pertanian produktif di wilayahnya.
“Pada triwulan pertama ini, total produksi mencapai 241,3 ton. Sedangkan untuk bulan April diproyeksikan menambah 441 ton,” ungkap Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Dengan demikian, total produksi padi Kota Mojokerto sampai April 2025 diperkirakan mencapai 682,3 ton. Meski luas lahan pertanian dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) hanya 96 hektar, kelompok tani mampu memanfaatkan lahan produktif hingga 368,93 hektar.
“Yakni 368,93 hektar. Ini menunjukkan bahwa potensi pertanian di Kota Mojokerto masih besar dan sangat mungkin untuk terus dimaksimalkan. Terkait ketahanan pangan, ada 3 aspek, yakni ketersediaan, keterjangkauan harga, dan distribusi. Dimana ketersediaan komoditas beras di Kota Mojokerto sangat mencukupi dibandingkan dengan kebutuhan,” ujar Ning Ita.
Ia menyebutkan, kebutuhan beras masyarakat Kota Mojokerto mencapai 13.600 ton per tahun, sementara ketersediaan beras setiap bulannya mencapai 2.200 ton. Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemkot Mojokerto secara rutin menggelar operasi pasar melalui 18 pracangan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kebutuhan beras masyarakat Kota Mojokerto per tahun sebesar 13.600 ton. Jika dikalikan 12 bulan, maka jumlahnya jauh melampaui kebutuhan. Pemkot Mojokerto rutin menggelar OP dan langkah ini terbukti mampu menekan harga bahan pokok dan menjaga inflasi agar tetap dalam batas yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. [tin/beq]






