Ponorogo (beritajatim.com) – Puncak arus mudik di Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2025 atau H-2 Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah. Pada hari itu, lonjakan jumlah pemudik diprediksi semakin tinggi, seiring dengan kedatangan bus dari program mudik gratis yang diselenggarakan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
Kepala Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo, Purwanto, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah pemudik sebenarnya sudah terjadi sejak H-11 Lebaran atau 20 Maret 2025. Setiap harinya, lebih dari 2.000 penumpang tiba di terminal, baik melalui bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP).
“Sejak H-11 Lebaran, jumlah kedatangan penumpang terus meningkat. Kami memprediksi puncaknya akan terjadi pada H-2, terutama karena adanya program mudik gratis dari Surabaya yang akan membawa lebih banyak pemudik ke Ponorogo,” jelas Purwanto.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak Terminal Seloaji telah melakukan berbagai persiapan, termasuk peningkatan keamanan, ketertiban, dan kebersihan di area terminal. Tahun ini, pengamanan di terminal semakin maksimal dengan adanya pos pengamanan terpadu (Pospam) yang melibatkan personel dari TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan.
“Pospam ini sangat efektif dalam memantau arus kedatangan pemudik sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpang,” tambah Purwanto.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus mudik di Terminal Seloaji dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi para pemudik yang pulang ke kampung halaman. (end/kun)






