Blitar (beritajatim.com) – Pengendara sepeda motor yang meledak di jalan Blitar-Malang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar pada Selasa (26/3/2025) kemarin, ternyata seorang santri yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Identitas korban diketahui usai polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi.
Diketahui korban berinisial A berusia 19 tahun. Korban merupakan santri yang sedang menimba ilmu agama di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.
“Dari identifikasi kami bisa menemukan identitas korban dimana dia tinggal dan bersekolah kemudian barang-barangnya yang ada pada korban,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman.
Sebelum meledak, korban memang sempat terlibat kecelakaan. Sepeda motor korban sempat bersenggolan dengan pesepeda.
Hingga akhirnya korban terjatuh dan terseret di aspal. Namun, nahasnya saat terjatuh tubuh korban langsung meledak dan mengeluarkan asap.
Kuat dugaan ledakan itu berasal dari bubuk mesiu dan petasan yang dibawa korban. Dugaan itu semakin diperkuat karena di seluruh tubuh korban banyak ditemukan sisa bubuk mesiu yang telah meledak.
“Kami menduga ledakan itu berasal dari bubuk mesiu karena dari hasil olah TKP awal, kami mendapati banyak sekali jejak mesiu di sekitaran tubuh korban,” tegasnya.
Korban sendiri telah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo Blitar. Kondisi jenazah korban sendiri mengenaskan usai meledak di tengah jalan.
Kasus ini pun kini tengah diselidiki lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Blitar. Polisi akan melakukan pengusutan asal usul petasan dan bubuk mesiu tersebut.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan, hingga nanti lebih terang agar ketahuan juga dari mana barang tersebut dibawa dan didapatkan,” pungkasnya. [owi/beq]






