Mojokerto (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2025, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan LPG dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sain itu, sidak digelar bertujuan memastikan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta gas LPG tetap aman bagi masyarakat selama periode Lebaran. Ning Ita (sapaan akrab, red) sidak di Pangkalan LPG 3 kg Jalan Empunala dan di Lingkungan Meri, serta SPBU By Pass Meri.
Turut hadir mendampingi, Wakil Wali Kota (Wawali) Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi, Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kepala Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Himpunan Gas dan Minyak Surabaya.
“Kami melakukan pengecekan terkait dengan komoditas, yang pertama LPG khususnya tabung melon, 3 kg yang banyak dikonsumsi masyarakat karena itu adalah subsidi. Dari hasil pengecekan di dua pangkalan LPG, stok masih dalam kondisi aman,” ungkapnya, Selasa (26/3/2025).
Harga distribusi hingga ke tingkat pengecer maupun konsumen, lanjutnya sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Komoditas kedua yang dilakukan pengecekan yakni BBM khususnya BBM subsidi yang ada di SPBU. Yakni Pertalite dan Solar. Kuota pengiriman di Kota Mojokerto sudah sesuai dengan kebutuhan.
“Alhamdulillah, untuk BBM subsidi tidak sampai terjadi kekosongan sehingga konsumsi masyarakat, khususnya bagi pemudik yang sudah mulai melakukan perjalanan mudik bisa terpenuhi dengan baik. Alhamdulillah di SPBU ini karena kebetulan di jalan nasional, setiap tahun sudah dijadikan sebagai SPBU kantong,” ujarnya.
Sehingga di SPBU tersebut akan ada mobil tangki yang disediakan oleh Pertamina dan standby. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi jika ada kebutuhan BBM yang lebih tinggi saat Hari Raya Idul Fitri sehingga stok sudah siap untuk melayani pemudik.
“Pengecekan ini sebagai langkah Pemkot Mojokerto memberikan kepastian bagi masyarakat agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar. Kepada masyarakat agar tetap bijak dalam menggunakan BBM dan LPG demi menjaga ketersediaan bagi semua pihak,” tegasnya.
Sementara itu, pemilik Pangkalan LPG 3 kg Jalan Empunala, mengatakan, jika stok aman dan lancar hingga Lebaran 2025. “Sabtu-Minggu ada kiriman. Setiap hari, kebutuhannya 100 tabung. Tidak ada kenaikan harga, dari agen Rp16 ribu per tabung, dijual Rp18 ribu per tabung,” jelasnya. [tin/adv]







