Surabaya (beritajatim.com) – Warga Surabaya patut bersiap menyambut wajah baru transportasi kota pahlawan. Pemerintah Kota Surabaya mendukung penuh pembangunan proyek strategis nasional Surabaya Regional Railway Line (SRRL), yang merupakan bagian dari modernisasi layanan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur Surabaya–Sidoarjo.
Tak hanya menyambut, Pemkot juga turut berkontribusi dalam menyiapkan infrastruktur pendukung agar proyek ini tidak justru menambah persoalan lalu lintas. Salah satu langkah nyatanya adalah menghilangkan perlintasan sebidang yang selama ini kerap menjadi biang kemacetan.
“SRRL (progres) berjalan, insyaallah anggarannya dari pemerintah pusat. Saat Pak Menko Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke Surabaya, hal ini juga disampaikan. Targetnya, pada 2027 proyek ini sudah bisa beroperasi,” ujar Eri, Selasa (25/3/2025),
Pemkot pun akan melakukan pelebaran jalur dan pembangunan infrastruktur baru di titik-titik strategis. Ini termasuk flyover di Bundaran Dolog Taman Pelangi dan underpass di Jalan Margorejo Indah.
“Kami akan melebarkan beberapa titik karena tidak boleh lagi ada lintasan sebidang dengan kereta api,” jelasnya.
Dengan beroperasinya jalur ganda KRL di masa depan, Eri menilai perlu adanya penyesuaian signifikan. Infrastruktur seperti jalan dan perlintasan harus segera ditata ulang agar mobilitas warga tetap lancar dan aman.
“Kami akan membangun flyover di Taman Pelangi dan underpass di Jalan Margorejo agar tidak ada perlintasan sebidang. Ke depan, kami juga akan menggarap titik-titik lainnya,” tambahnya.
Selain dua lokasi utama, Pemkot juga mencatat kawasan lain yang menjadi perhatian, seperti perlintasan di Jalan Bung Tomo dan Ngagel. Namun, fokus utama saat ini tetap pada Taman Pelangi dan Margorejo Indah karena urgensinya yang lebih tinggi.
“Proyek di Taman Pelangi insyaallah mulai dikerjakan tahun ini. Untuk Jalan Margorejo Indah, apakah tahun ini atau tahun depan, kami masih berdiskusi dengan Menteri PUPR,” ungkap dia.
Flyover dan underpass dipilih sebagai solusi untuk mengatasi potensi kemacetan. Kedua infrastruktur tersebut dirancang agar bisa menunjang kelancaran lalu lintas meskipun kereta akan melintas lebih sering di jalur baru nantinya.
“Di Taman Pelangi akan dibangun flyover, sedangkan di Jalan Margorejo Indah akan dibuat underpass,” ujarnya.
Pemilihan model infrastruktur juga mempertimbangkan efektivitas penggunaan lahan dan alur kendaraan. Wali Kota Eri menjelaskan alasan mengapa flyover lebih cocok untuk Bundaran Dolog Taman Pelangi dibandingkan underpass.
“Jika dibuat underpass, maka hanya satu sisi yang bisa digunakan. Sementara jika dibuat flyover, kendaraan bisa berputar balik sehingga lebih optimal. Dari arah menuju Bundaran Taman Pelangi bisa kembali ke arah tengah kota,” paparnya.
Soal pembiayaan, Pemkot Surabaya tidak sendiri. Pembangunan flyover dan underpass ini akan dibiayai bersama antara pemerintah pusat dan daerah, sebagai wujud kolaborasi dalam mendukung program nasional tanpa mengabaikan kepentingan lokal.
“Anggaran akan berbagi, sebagian dari pemerintah pusat dan sebagian lagi dari Pemkot Surabaya. Jadi kan kami selalu bergandengan, itu yang akan kita lakukan nanti,” pungkasnya. [asg/ian]






