Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa aksi tolak UU TNI di gedung negara Grahadi terus melawan. Walaupun telah dipukul mundur dan ditangkapi mulai pukul 17.15 WIB, mahasiswa tetap berkumpul.
Para demonstran itu berupaya menembus barisan polisi yang berjaga di Jalan Gubernur Suryo sisi SMP 6.
Pantauan beritajatim, petugas kepolisian berjaga dan bertahan dengan modal puluhan anggota bertameng dan satu mobil water cannon di bawah jembatan penyeberangan orang.
Mahasiswa terus melempari polisi dengan batu dan botol. Anggota Brimob pun disiagakan untuk memukul mundur massa.
“Jangan anarkis. Kami mengamankan, untuk massa terus mundur,” kata Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh Santoso dari mobil komando.
Pantauan beritajatim.com pada pukul 18.13 WIB, komando pasukan telah diserahkan ke komandan Brimob. Aksi tolak UU TNI masih memanas walaupun massa aksi sudah dipecah. Mobil water canon juga sudah menyemprotkan air. (ang/but)






