Sumenep (beritajatim.com) – Husky-Cnooc Madura Limited (HCML) merupakan salah satu kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di Blok Madura Strait.
Operator migas dengan daerah operasi di Sampang, Sumenep, dan Pasuruan ini memastikan menerapkan pendekatan secara kohesif terhadap manajemen kesehatan, keselamatan, dan lingkungan di semua aspek operasionalnya. Bahkan tidak hanya meningkatkan standar keselamatan internal, HCML juga memposisikan diri sebagai perusahaan dengan tenaga kerja yang sangat kompeten dan siap bersaing di kancah global.
Dengan didukung personel yang mampu memenuhi standar keselamatan dan operasional sesuai visi HCML, yakni menjadi Operator minyak dan gas pilihan di Indonesia.
Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari menjelaskan, HCML telah meluncurkan 3 lapangan produksi gas sejak 2017, yakni lapangan BD, 2M (MDA-MBH), dan MAC. Melalui 3 lapangan tersebut secara persentase, produksinya mencapai 30% dari total produksi gas di wilayah Jawa Timur.
“Alhamdulillah, saat ini HCML bisa memenuhi kebutuhan energi paling signifikan di Jawa Timur,” katanya, Senin (24/03/2025).
Produksi Lapangan BD didukung oleh 3 fasilitas utama yaitu Anjungan Sumur Lepas Pantai (offshore Wellhead Platform/WHP), Gas Metering Station (GMS) yang terletak di kota Pasuruan, dan fasilitas Produksi Terapung, Penyimpanan, dan Pembongkaran (Floating Production, Storage, and Offloading/FPSO).
Berdasarkan data per 30 November 2023, saat ini lapangan BD mampu mengirimkan sales gas sebesar 110 MMSCFD dengan 6,000 barel kondensat per hari.
Sedangkan lapangan MDA-MBH merupakan lapangan baru yang mulai dioperasikan HCML di tahun 2022. Lapangan 2M (MBH dan MDA) memiliki konfigurasi dua fasilitas anjungan lepas pantai (Anjungan MBH dan MDA) dengan satu fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) dengan kapasitas produksi gas sebesar 127 MMSCFD dan kapasitas sales gas sebesar 120 MMSCFD.
Saat awal produksi di tahun 2017, HCML hanya berproduksi dari Lapangan BD dan hanya mengalirkan sekitar 30 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Saat ini, produksi puncak sales gas HCML sebesar 250 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) dan merupakan yang terbesar di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Kami bersyukur, daya tahan pasokan gas di sumur yang kami produksi masih cukup kuat. Langkah berikutnya tentu saja kami akan mengembangkan lapangan baru untuk memaksimalkan pemanfaatan gas bumi di Indonesia. Ini juga untuk mendukung SKK Migas dalam pencapaian produksi gas sebesar 12 BSFD (miliar standar kaki kubik per hari) pada tahun 2030,” paparnya.
Menurutnya, perputaran ‘roda’ HCML juga digerakkan oleh karyawan lokal. Pihaknya merekrut 20 warga lokal Madura sebagai karyawan inti HCML, di luar karyawan dengan pekerjaan-pekerjaan kontrak.
“HCML hadir juga untuk memberdayakan masyarakat lokal. Kami akan terus berusaha untuk membina hubungan baik dengan pemangku kepantingan dan lingkungan sekitar. Istilahnya itu ‘to be a Good Neighbour to Local Community’ atau menjadi tetangga yang baik bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (tem/ted)






