Jakarta (beritajatim.com) – Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) mengecam keras tindakan yang tidak mendukung kebebasan pers dalam bentuk apa pun, termasuk pengiriman kepala babi dan bangkai tikus yang dilakukan terhadap majalah berita mingguan TEMPO.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Ketum dan Sekjen ISKI, Dadang Rahmat Hidayat dan Rajab Ritonga, ISKI menyatakan pengiriman pesan berupa bangkai binatang ke kantor redaksi TEMPO merupakan tindakan intimidatif dan teror yang nyata-nyata merendahkan nilai-nilai kebebasan berpendapat sebagaimana dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Tindakan tersebut juga bertentangan dengan kebebasan pers yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Pers, dalam menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol sosial, dijamin oleh undang-undang. Oleh karena itu, pengiriman pesan berupa kekerasan simbolik yang dilakukan secara anonim ke kantor TEMPO dapat dimaknai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers di Indonesia,” tegas Dadang.
Dadang melanjutkan, pers yang bebas merupakan hasil perjuangan Reformasi 1998 dan harus tetap dipelihara. “Pers tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pihak-pihak tertentu untuk alasan apa pun juga,” kata dia.
Pengurus Pusat ISKI berpendapat, bila ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers, penyelesaian secara bermartabat merupakan langkah elegan yang dapat ditempuh melalui Dewan Pers atau langkah lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana telah dilakukan oleh sejumlah tokoh nasional.
Untuk itu, ISKI mendukung pihak TEMPO yang telah melaporkan masalah tersebut ke Kepolisian RI dan berharap pelaku kekerasan simbolik tersebut dapat ditemukan untuk dimintakan pertanggungjawaban hukum atas perbuatan yang dilakukannya.
Kepada seluruh komponen Pers Nasional, Pengurus Pusat ISKI menyampaikan dukungan sepenuhnya untuk tetap tegar dalam perjuangan membela dan menegakkan kemerdekaan pers yang dijamin konstitusi. [beq]






