Jember (beritajatim.com) – Sejumlah aktivis melakukan aksi unjuk rasa menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI) bersamaan dengan nonton bareng pertandingan tim nasional sepak bola Indonesia, di alun-alun Jember Nusantara, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (20/3/2025) sore.
Saat ribuan orang asyik menyaksikan penampilan anak asuhan Patrik Kluivert melalui layar raksasa di alun-alun, para aktivis yang tergabung dalam Aksi Kamisan berorasi di sisi utara alun-alun. Tepatnya di depan gedung Jember Nusantara.
Dita, koordinator aksi Kamisan mengungatkan, oknum TNI telah melakukan kejahatan hak asasi manusia pada masa lalu. “Salah satunya adalah presiden kita saat ini Prabowo Subianto,” katanya.
Mereka juga mengutuk keras intimidasi terhadap sejumlah aktivis yang memprotes pembahasan RUU TNI oleh DPR RI di Hotel Vermont, Jakarta.
“Kami mengupayakan melakukan aksi besar-besaran di Jember. Kami akan melakukan konsolidasi lebih dulu dan kami akan informasikan aksi tersebut,” kata Dita.
Azizi Ahmad, aktivis lainnya menambahkan, RUU TNI mengingkari amanat Reformasi 1998. “Amanat ini benar-benar dikhianati dan diakali. RUU ini membuat TNI masuk ke dalam belasan lembaga negara. Tentu ini membuat mimpi ranah militer masuk ke ranah sipil yang mengguncang demokrasi akan terjadi,” katanya.
Aksi itu digagas bersamaan dengan pengesahan RUU TNI. Dia berharap parlemen sadar bahwa masyarakat tidak diam. Aksi Kamisan mengingatkan kembali jatuhnya korban pada masa pemberlakuan Dwi Fungsi ABRI bisa terulang jika RUU TNI disahkan. [wir]






