Surabaya (beritajatim.com) – DPW Gerakan Rakyat Provinsi Jawa Timur baru saja menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pertama pada Kamis, 20 Maret 2025, di Pana House, Surabaya.
Acara ini menjadi momen bersejarah dalam upaya memperkuat struktur organisasi serta merancang strategi untuk kepentingan masyarakat.
Muswil pertama ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan agama, serta menjadi langkah awal untuk memperkuat Gerakan Rakyat sebagai organisasi yang inklusif dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Sahrin Hamid, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat, memberikan sambutan secara virtual dan menegaskan pentingnya Muswil ini sebagai fondasi penguatan organisasi.
“Ini merupakan momentum penting dalam melaksanakan Musyawarah Wilayah pertama, sekaligus menegaskan keberadaan Gerakan Rakyat sebagai wadah perjuangan bersama,” ujar Sahrin.
Di sisi lain, Ketua DPW Gerakan Rakyat Jatim, Misranto memaparkan perjalanan organisasi ini yang terbentuk melalui mandat DPP pada Agustus 2024. Sejak saat itu, mereka segera merancang struktur kepengurusan hingga tingkat kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.
“Setelah menerima mandat, kami segera membentuk kepengurusan inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara) dan mengajak berbagai tokoh masyarakat serta agama untuk turut serta. Alhamdulillah, dalam dua bulan, DPW Gerakan Rakyat Jatim terbentuk, termasuk kepengurusan di 38 kabupaten/kota,” ungkap Misranto.
Organisasi ini memiliki visi untuk menjadi wadah yang inklusif bagi siapa saja, tanpa melihat latar belakang politik atau organisasi. Menurut Misranto, Gerakan Rakyat terbuka bagi semua pihak yang ingin berkontribusi dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Siapa pun boleh bergabung, baik dari Golkar, PDI, maupun partai lain. Bahkan mereka yang sebelumnya mendukung Anies dalam Pilpres pun diterima. Ini adalah gerakan rakyat, bukan gerakan eksklusif untuk kelompok tertentu,” tegasnya.
Fokus utama Gerakan Rakyat adalah memperjuangkan pembangunan yang transparan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan edukasi politik kepada rakyat. Misranto menekankan bahwa gerakan ini tidak hanya bergerak dalam ranah politik, melainkan juga berusaha menyuarakan hak-hak masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar akan kondisi bangsa, berani menyuarakan haknya, dan tidak apatis terhadap politik. Politik bukan sesuatu yang kotor, melainkan alat perjuangan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Misranto.
Gerakan Rakyat saat ini juga tengah fokus untuk memperkuat struktur organisasi dan melaksanakan program-program yang sudah dirancang.
“Kami tidak bisa berandai-andai. Saat ini, fokus kami adalah menggerakkan ormas ini agar dapat berkontribusi nyata. Soal masa depan, apakah akan menjadi partai politik atau tidak, kita lihat saja perkembangannya,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Rakyat ternyata sangat tinggi. Banyak tokoh dari berbagai ormas dan partai yang berminat untuk bergabung dan berkontribusi dalam gerakan ini.
“Saya kaget dengan animonya. Banyak tokoh dari berbagai ormas dan partai yang bergabung. Ini menunjukkan bahwa rakyat memang membutuhkan wadah untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan bersama,” tambahnya.
Ke depannya, Gerakan Rakyat Jatim akan mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat kabupaten/kota setelah Lebaran untuk memperkuat struktur dan merancang program kerja yang lebih konkret.
Sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat, mereka juga membagikan ratusan paket takjil kepada pengendara di sekitar Pana House sebagai aksi sosial yang mendemonstrasikan perhatian organisasi terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin Gerakan Rakyat hadir bukan hanya dalam wacana, tetapi juga dalam aksi nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” tutup Misranto.[asg/ted]






