Situbondo (beritajatim,com) – Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo masih akan berkonsultasi dulu dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sebelum merekrut tenaga ahli. Namun dia memastikan posisi tenaga ahli tidak untuk menampung bekas anggota tim sukses pemilihan kepala daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
“Saya belum mengangkat siapa-siapa. Masih mau minta fatwa ke Badan Kepegawaian Nasional,” kata Rio kepada beritajatim.com via ponsel, Kamis (20/3/2025). Fatwa tersebut berkaitan dengan pengangkatan tim ahli oleh bupati.
Sebelumnya sebagaimana dikutip dari metrotvnews.com, 12 Februari 2025, Zudan Arif mengatakan, pemerintah akan mengurangi penggunaan tenaga ahli dan staf khusus dalam pemerintahan. “Jangan angkat tenaga ahli, baik tenaga ahli yang nempel pada kepala daerah. Jangan mengangkat staf khusus.” katanya.
Rio memastikan hanya memerlukan beberapa tenaga ahli jika diizinkan. “Saya tidak butuh banyak-banyak. Hanya butuh dua atau tiga orang,” katanya.
Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember ini tidak akan mengangkat mantan anggota tim sukses jika memang tidak memenuhi kebutuhan dan kualifikasi profesional. “Tidak perlu. Tidak ada itu. Apa ‘kue’ yang akan dibagikan?” katanya.
Sejak awal Rio menampik intervensi dari pihak manapun dalam mengelola pemerintahan Kabupaten Situbondo, termasuk intervensi dari tim sukses. “Saya ini direstui kiai untuk memperbaiki Situbondo,” katanya.
Berbekal restu itu, Rio percaya tidak akan intervensi dari siapapun, termasuk dari kalangan kiai. “Tidak akan. Kalau ada orang lain mengatasnamakan saya, mana bisa saya mencegah. Tapi kalau tahu, saya akan marah,” katanya.
Rio sejak awal memang sudah menegaskan visi meritokrasi dalam memimpin Situbondo. Bahkan sesudah memastikan kemenangan dalam pemilihan kepala daerah, 27 November 2024, dia menyiapkan tim transisi yang diisi orang-orang berpengalaman dan profesional, termasuk Amin Said Husni, mantan bupati Bondowoso, dan Suyoto, mantan bupati Bojonegoro.
Rio juga melibatkan doktor di bidang sumber daya manusia dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Riyani Rahmawati. Saya cuma minta satu. Saya ingin budaya kerja di birokrasi Situbondo berubah,” katanya, dikutip Beritajatim.com, 12 Desember 2024. [wir]







2 Komentar
Kerjamu dibeberapa hari ini blm jelas…. Hny icip2 jajanan kuliner.
Hehehe