Bondowoso (beritajatim.com) – Kabupaten Bondowoso kembali dilanda cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras pada Rabu (19/3/2025) pagi. Akibatnya, 10 pohon tumbang di lima kecamatan serta satu rumah warga mengalami kerusakan. Fenomena ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, hujan deras yang terjadi sejak pagi hari disertai angin berkecepatan tinggi menyebabkan pohon tumbang di sejumlah lokasi. Wilayah terdampak meliputi Maesan, Pujer, Tamanan, Jambesari Darus Sholah, dan Tenggarang.
Perubahan cuaca ekstrem seperti ini biasanya disebabkan oleh anomali atmosfer yang memicu peningkatan intensitas hujan dan kecepatan angin. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bulan Maret merupakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Bondowoso.
Selain faktor cuaca, kondisi lingkungan juga berkontribusi terhadap dampak bencana ini. Kurangnya perawatan pohon di pinggir jalan dan aliran sungai yang tersumbat bisa memperburuk risiko saat terjadi hujan deras dan angin kencang.
Dampak dan Wilayah Terdampak
Cuaca ekstrem ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik, sempat menutup akses jalan, namun telah berhasil ditangani oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bondowoso. Berikut adalah lokasi terdampak:
- Maesan: 1 pohon tumbang di Jl. Raya Bondowoso – Jember, depan SMP Negeri 2 Maesan.
- Pujer: 1 pohon tumbang di Jalan Raya Kejayan, dekat Balai Desa Kejayan.
- Tamanan: 2 pohon tumbang di Jl. Raya Tamanan dan Jl. Wonosuko-Kalianyar.
- Tenggarang: 2 pohon tumbang di Jalan Raya Koncer Kidul dan Desa Sumber Salam.
- Jambesari Darus Sholah: 4 pohon tumbang di Jl. Koncer Kidul – Grujugan Lor dan Jl. KH Abdurrahman, Dusun Krajan.
Selain itu, satu rumah milik Samiatun, warga Dusun Angsana, Desa Jambesari DS, mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon. Rumah tersebut dihuni oleh empat orang, terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.
Langkah Pencegahan untuk Meminimalkan Risiko
Guna mengurangi dampak cuaca ekstrem ke depannya, BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Memangkas pohon yang berisiko tumbang di sekitar rumah atau sepanjang jalan raya.
- Memastikan drainase dalam kondisi baik untuk mencegah banjir dan genangan saat hujan deras.
- Mengamankan atap rumah dan struktur bangunan dari potensi angin kencang.
- Mengikuti peringatan dini cuaca dari BMKG untuk mengetahui potensi angin kencang dan hujan ekstrem.
- Meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan mengikuti arahan BPBD dan pemerintah setempat.
BPBD Bondowoso bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah telah melakukan evakuasi pohon tumbang dan membersihkan jalan dari hambatan akibat bencana ini.
Kalaksa BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, menegaskan bahwa situasi telah terkendali. “Tim kami bergerak cepat dalam penanganan di lapangan. Saat ini kondisi sudah aman, meski cuaca masih mendung,” ujarnya kepada BeritaJatim.com, Rabu (19/3/2025).
Ke depan, BPBD akan terus melakukan monitoring dan sosialisasi mitigasi bencana, terutama menjelang puncak musim hujan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan potensi bahaya ke pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat. (awi/ian)






