Blitar (beritajatim.com) – Kasus perundungan kembali mencuat di Kabupaten Blitar, melibatkan siswi SMP sebagai korban. Tiga pelaku yang juga merupakan pelajar SMP melakukan aksi bullying secara verbal dan non-verbal.
Kejadian ini diduga dipicu oleh korban yang mem-follow dan menyukai postingan pacar salah satu pelaku di media sosial. Tidak terima, korban akhirnya mengalami perundungan hingga pengeroyokan.
Awalnya, korban tidak melaporkan kejadian ini. Namun, setelah video aksi bullying tersebut viral di media sosial, korban akhirnya melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan oleh tim penyidik Polres Blitar Kota.

Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Korban Bullying?
Menurut psikolog Nia Kusuma Wardhani, M.Psi., faktor utama yang membuat seseorang rentan menjadi korban bullying adalah kepribadian yang terlihat lemah dan kurang percaya diri. Individu yang cemas, kurang memiliki teman, dan jarang bergaul juga lebih mudah menjadi target perundungan. Selain itu, adanya stereotip superior dan inferior dalam lingkungan sosial turut memperparah kondisi ini.
Orang yang tidak tahu cara merespons perundungan dengan tepat juga lebih berisiko menjadi korban berulang kali. Jika seseorang tidak mampu menghadapi bullying secara efektif, kemungkinan besar ia akan terus menjadi sasaran di berbagai situasi.
Cara Mengatasi dan Mencegah Bullying
Untuk menghindari perundungan, penting bagi korban untuk membangun rasa percaya diri dan keberdayaan dalam diri sendiri. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Bangun Rasa Percaya Diri – Ingatlah bahwa setiap individu berharga dan pantas mendapatkan perhatian serta perlakuan yang baik.
Latih Respons yang Tepat – Belajar menanggapi perundungan dengan sikap tegas namun tidak agresif.
Jangan Hadapi Sendiri – Jika mengalami bullying, segera berbicara dengan orang tua, guru, atau pihak profesional yang dapat membantu.
Cari Lingkungan Positif – Bergaul dengan teman-teman yang suportif dapat mengurangi risiko menjadi target perundungan.
Gunakan Media Sosial dengan Bijak – Hindari interaksi yang berpotensi memicu konflik, terutama di dunia maya.
“Kasus bullying yang terjadi di Blitar ini menjadi pengingat pentingnya peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Diharapkan dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kasus perundungan dapat diminimalisir di masa depan,” ujar dosen Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) ini. [aje]






