Bojonegoro (beritajatim.com) – Banjir bandang terjadi di Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Kalitidu pada Sabtu (15/3/2025) malam. Banjir yang terjadi di Kecamatan Ngasem berdampak pada empat desa. Daerah tersebut merupakan kali pertama diterjang banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi mengungkapkan, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi di sekitar wilayah dengan durasi sekitar satu jam. Banjir dengan ketinggian sekitar 40-80 centimeter.
“Air mulai berangsur surut dan sudah kering tadi pagi,” ujarnya, Minggu (16/3/2025).
Dampak banjir tersebut, di Kecamatan Ngasem terjadi di Desa Jampet dengan jumlah warga terdampak sebanyak 340 rumah. Satu bangunan sekolah terendam dan 10 hektar sawah tergenang. Kemudian di Desa Bareng ada 38 rumah tergenang, dan Desa Wadang ada 25 rumah.
Kemudian di Kecamatan Kalitidu, banjir terjadi di dua desa. Yakni di Dusun Kuce Desa Leran. Sedikitnya 69 rumah terendam dan satu warga meninggal dunia diduga sakit asma kambuh saat menyelamatkan barang-barang yang terdampak banjir.
“Korban meninggal atas nama Pak Geng (60) warga Dusun Kuce RT 16 RW 5 Desa Leran Kecamatan Kalitidu,” jelasnya.
Kemudian, di Desa Ngujo juga melakukan evakuasi warga yang terjebak di rumah akibat luapan dengan nama Gemi (60). Sementara saat ini, banjir luapan tersebut kondisinya sudah mulai surut. [lus/aje]






