Magetan (beritajatim.com) – Magetan menjadi sorotan dalam pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang dijadwalkan pada Sabtu, 22 Maret 2025. PSU di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah ini berpotensi mengubah hasil suara dan menentukan calon terpilih, sehingga tidak bisa dianggap remeh. Terlebih, PSU di Magetan merupakan satu-satunya yang terjadi di Jawa Timur, menjadikannya perhatian publik yang luas.
Kapolres Magetan, AKBP Satria Permana, menegaskan bahwa Polres Magetan telah menyiapkan pengamanan ketat untuk memastikan proses PSU berjalan lancar dan kondusif.
Koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Magetan telah dilakukan. Empat TPS yang akan menggelar PSU adalah TPS 001 dan TPS 004 di Desa Kinandang, TPS 001 di Desa Nguri, serta TPS 009 di Desa Selotinatah.
Pengamanan Ketat di TPS
Kapolres Magetan menyatakan bahwa empat TPS tersebut dikategorikan sebagai sangat rawan. Oleh karena itu, pola pengamanan melibatkan dua polisi dan dua anggota linmas di setiap TPS. “Serta 1 TPS kita tambahkan 1 pleton di masing-masing TPS untuk melakukan penyekatan,” ujarnya, Rabu (12/3).
Selain itu, warga yang tidak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) diimbau untuk tidak hadir di TPS pada hari pelaksanaan PSU. Pengamanan tambahan meliputi patroli dan kesiagaan personel di Kantor Desa, Polsek, dan Polres. “Kita juga siagakan 1 kompi Brimob dan dibantu personel lain dari Kodim,” tambahnya.
Polres Magetan juga berperan sebagai cooling system bersama tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Saat ini kita laksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan seperti penjagaan Kantor KPU, Bawaslu, dan objek vital lainnya, serta patroli skala besar,” imbuh Kapolres. Pengamanan di TPS akan dimulai pada H-2 sebelum pelaksanaan PSU.
Dukungan Kodim 0804/Magetan
Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, memastikan bahwa TNI siap membantu Polri dalam pengamanan PSU. “Kami berkomitmen semaksimal mungkin mendukung kelancaran PSU di Magetan pada 22 Maret, utamanya dalam aspek keamanan,” katanya, Kamis (13/3).
Kodim 0804/Magetan telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi konflik sosial, termasuk penempatan 300 personel penuh di lokasi PSU. Selain pengamanan langsung, pihaknya juga mengintensifkan komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat guna memastikan situasi tetap aman dan damai.
“Kita juga akan bekerjasama dengan pihak terkait dalam monitoring medsos untuk pencegahan berita-berita hoax,” lanjutnya. Pola pengamanan mencakup patroli wilayah bersama kepolisian dan penyiagaan personel serta perlengkapan untuk mengantisipasi eskalasi keamanan.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Polri, TNI, dan stakeholder terkait, diharapkan PSU di Magetan dapat berlangsung lancar, aman, dan demokratis, tanpa gangguan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah. [fiq/but]






