Jombang (beritajatim.com) – Pagi yang seharusnya menjadi awal hari penuh harapan berubah menjadi duka mendalam bagi warga Desa Wonosari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Seorang ibu dan anaknya tewas dalam kecelakaan tragis di Jalan Raya Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Rabu (12/3/2025) sekitar pukul 06.40 WIB.
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto mengatakan, kecelakaan bermula Ketika Uci Sukartya (42), seorang pekerja swasta, tengah mengantar putranya, Muhammad Mesi Ardiansyah (11), yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Mereka berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi S-4934-OCD, melaju dari arah barat menuju timur.
Namun, takdir berkata lain. Saat hendak berbelok ke kanan, dari arah belakang sebuah truk Isuzu Tronton dengan nomor polisi DD-8949-MQ melaju dengan kecepatan tinggi. Truk yang dikemudikan Agus Budianto (38), warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, itu menghantam motor mereka dengan keras. Benturan itu membuat ibu dan anak tersebut terpelanting ke jalanan.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung bergegas memberikan pertolongan. Uci dan Mesi dilarikan ke RSUD Jombang dengan harapan nyawa mereka masih bisa diselamatkan. Namun, takdir berkata lain. Keduanya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat luka serius yang mereka derita.
Sementara itu, sopir truk, Agus Budianto, dilaporkan tidak mengalami luka apa pun. Pihak kepolisian segera turun tangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan dari saksi-saksi, yakni Legiman (59) dan Mamat (40), keduanya warga Desa Jati, Kecamatan Jogoroto.
Kecelakaan ini tidak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan tentang pentingnya kehati-hatian saat berkendara. Jalan raya yang ramai di pagi hari menjadi medan yang penuh risiko, terutama bagi pengendara motor yang lebih rentan terhadap kecelakaan.
Kerugian materi akibat kecelakaan ini ditaksir sekitar Rp1 juta, namun tak sebanding dengan kehilangan dua nyawa sekaligus. “Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan di jalan raya,” pungkas Siswanto. [suf]






