Liverpool (beritajatim.com) – Hanya dalam waktu sebulan, Liverpool FC kehilangan dua trofi. Setelah disingkirkan Plymouth Argyle pada putaran keempat Piala FA (9/2), dini hari tadi giliran langkah mereka dihentikan Paris Saint-Germain di 16 besar Liga Champions.
Yang menyakitkan, kegagalan di tangan PSG itu diderita LFC di Anfield. The Reds kalah 1-3 via adu penalti. Babak tos-tosan dilakukan setelah dalam 120 menit agregat sama kuat 1-1.
Padahal, jelang laga tadi LFC unggul agregat 1-0 berkat kemenangan pada first leg di Parc des Princes, Paris, pekan lalu. Tetapi, gol semata wayang wide attacker Ousmane Dembele pada menit ke-12 menjadi awal bencana LFC.
Di adu penalti, dua dari tiga eksekutor LFC gagal. Mereka adalah Darwin Nunez dan Curtis Jones. Hanya Mohamed Salah yang sukses. Sedangkan PSG, empat penendang mereka sukses melaksanakan tugas dengan baik. Dimulai dari Vitinha, Goncalo Ramos, Dembele, dan Desire Doue.
“Saat undian mempertemukan kami dengan PSG, kami tahu itu akan sulit. Sudah terbukti di first leg meski kami menang. Ini (kegagalan di Liga Champions, Red) harus kami terima,” papar kapten LFC Virgil van Dijk dilansir The Athletic.
Kegagalan di Liga Champions membuat peluang LFC meraih gelar hanya ada di Piala Liga dan Premier League. Di Piala Liga, mereka telah mencapai laga final dan akan menghadapi Newcastle United hari Minggu mendatang (16/3/2025).
Sedangkan di Premier League, mereka saat ini masih memimpin klasemen dengan keunggulan 15 poin dari runner-up Arsenal (70 poin berbanding 55 poin). Kegagalan di Liga Champions membuat LFC kini bisa lebih fokus memenangi gelar Premier League ke-20 mereka. [dio/beq]






