Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kembali menggelar pasar rakyat di Alun-Alun Ponorogo. Acara tahunan ini berlangsung mulai 16 Maret hingga 13 April 2025 dan diinisiasi oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakum) Ponorogo. Tahun ini, pasar rakyat ditargetkan menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp450 juta.
“Target PAD yang kami canangkan dalam kegiatan pasar rakyat di Alun-alun Ponorogo sebanyak Rp450 juta,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperdakum Ponorogo, Okta Hariyadi, Minggu (9/3/2025).
Disperdakum Ponorogo optimistis target tersebut bisa tercapai, mengingat setiap tahun animo masyarakat terhadap pasar malam ini sangat tinggi. Pasar rakyat ini telah menjadi tradisi selama lebih dari 30 tahun dan terus mendapat sambutan positif dari warga. Bahkan, pada tahun sebelumnya, realisasi PAD dari acara ini berhasil melampaui target yang ditetapkan. “Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, kami yakin tahun ini pun bisa tercapai,” kata Okta.
Sebanyak 300 kios Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan tersedia selama 29 hari pelaksanaan. Tarif sewa lapak dipatok Rp1.500 per meter per hari. Pendaftaran untuk pelaku UMKM telah dibuka pada 5-6 Maret dengan prioritas bagi pelaku usaha lokal. “Harapannya, minimal 70 persen pedagang berasal dari Ponorogo,” jelas Okta.
Selain menjadi ajang promosi produk UMKM, pasar rakyat ini juga menghadirkan berbagai wahana hiburan dan rekreasi anak-anak. Meski penyedia jasa hiburan lokal tetap menjadi prioritas, Okta mengakui bahwa peminat dari pelaku usaha lokal masih minim. “Penyedia jasa hiburan biasanya datang dari Madiun, Blitar, hingga Klaten,” tambahnya.
Dengan kombinasi perdagangan UMKM dan hiburan rakyat, pasar malam ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan daerah, tetapi juga sebagai sarana hiburan bagi masyarakat Ponorogo dan sekitarnya. [end/suf]






