Banyuwangi (beritajatim.com) – Panitia pasar takjil di Banyuwangi memperketat standar operasional prosedur (SOP) bagi para pedagang buntut temuan produk makanan berformalin oleh Dinas Kesehatan (Dinkes).
Panitia juga memutuskan untuk menarik semua produk yang terindikasi positif menggunakan formalin dan menggantinya dengan produk lain yang lebih dapat dijamin keamanannya.
“Produk berbahan teri memang riskan menggunakan formalin sebab pedagang membeli dari pasar dan tidak tahu kandungan pengawet yang digunakan,” kata Ketua PKL Pasar Takjil Pantai Marina Boom, Hilman Syah Anwar.
Hilman mengungkapkan, setelah mendapatkan kabar dari tim kesehatan, pihaknya segera memberi pemberitahuan dan peningkatan kewaspadaan kepada 184 pedagang yang tergabung di sentra kulinernya.
Dia juga mengklarifikasi sendiri pedagang yang kedapatan menjual produk tersebut dan memastikan hal serupa tak terjadi di waktu mendatang.
“Pedagang juga kaget dan merasa bersalah. Tapi kita edukasi untuk lebih berhati-hati memilih bahan makanan yang aman,” ujarnya.
Hilman mengungkapkan, dalam beberapa waktu ke depan, panitia akan menghentikan sementara pendaftaran pedagang yang ingin bergabung di sentra tersebut guna kontrol dan perbaikan.
Pihaknya juga akan mengevaluasi dan mengedukasi berbagai hal kepada para pedagang. Mulai dari bahan makanan, pengurangan pemakaian kantong plastik, hingga menata jarak tenda antar pedagang agar tampak lebih rapi.
“Masih banyak yang mau daftar tapi kita stop. Takutnya kalau kita terima, tidak bisa kita kontrol. Kita akan fokuskan perbaikan dulu,” jelasnya.
Hilman mengatakan, bahwa serangkaian upaya tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa pasar takjil yang pertama kali diadakan di lokasi tersebut berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Tak hanya formalin, pencegahan penggunaan bahan berbahaya lain seperti pengenyal boraks, pewarna rhodamin B dan methanil yellow juga akan dilakukan untuk memastikan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat.
“Sebetulnya saat teknikal meeting sudah kita beritahukan, dan saat ini hal tersebut ditekankan ke para pedagang,” tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Banyuwangi menemukan adanya 2 sampel makanan mengandung formalin dari 14 sampel yang diperiksa.
Dari temuan tersebut, dinas kesehatan segera menarik produk dan berupaya melakukan penelusuran dari mana produk tersebut berasal serta terus memasifkan pemeriksaan di berbagai pasar takjil yang tersebar di seluruh Banyuwangi. [alr/beq]






