Surabaya (beritajatim.com) – Ramadan telah tiba, wisata religi menjadi salah satu hal yang dicari disaat ramadan. Mengunjungi wisata religi di saat ramadan sambil menunggu waktu berbuka puasa memiliki banyak manfaat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menambah pengetahuan tentang sejarah keagaamaan.
Inilah beberapa rekomendasi masjid unik bersejarah di Jawa Timur yang wajib dikunjungi:
1. Masjid Ar- Rahman (Mojokerto)
Masjid Ar-Rahman, yang terletak di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, dikenal karena desainnya yang unik menyerupai kapal pesiar. Ide pembangunan masjid ini berasal dari almarhum Gus Amirul Mukminin dari Pondok Pesantren Sumber Pendidikan Mental Agama Allah di Lamongan.
Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2016 dan selesai pada tahun 2021, dengan total biaya sekitar Rp 2,5 miliar.
Masjid ini memiliki lima lantai, dengan lantai pertama berfungsi sebagai aula utama untuk salat, sementara lantai lainnya digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan dan fasilitas pendukung.
Terletak di kawasan pegunungan, masjid ini menawarkan pemandangan alam yang menawan, menjadikannya tempat yang nyaman untuk beribadah dan berwisata religi.
Banyak pengunjung yang memanfaatkan masjid ini sebagai tempat ngabuburit sambil menikmati pemandangan, berfoto, atau sekadar duduk bersantai di area sekitar. Keunikan bangunan serta keindahan alam di sekitarnya menjadikan Masjid Ar-Rahman sebagai salah satu destinasi favorit di Mojokerto saat Ramadan.
Tak jauh dari masjid, juga terdapat warung-warung yang menjual takjil dan makanan untuk berbuka puasa, menambah kenyamanan bagi para jemaah dan wisatawan yang berkunjung.
2. Masjid Tiban Turen (Malang)
Masjid Tiban, yang terletak di Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, sebenarnyaadalah bagian dari Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah. Pembangunannya dimulai pada tahun 1991 dan hingga kini masih berlangsung.
Keunikan masjid ni terletak pada arsitekturnya yang megah dan kompleks, terdiri dari 10 lantai dengan berbagai fungsi. Meskipun ada mitos yang menyebutkan bahwa masjid ini dibangun oleh jin dalam semalam, sebenarnya pembangunan masjid ini dilakukan oleh para santri dan jemaah secara bertahap.
Masjid Tiban menawarkan berbagai fasilitas yang cocok untuk kegiatan ngabuburit. Pengunjung dapat menjelajahi setiap lantai yang memiliki keunikan tersendiri, seperti ruang ibadah, area peristirahatan, ruang makan, dan dapur.
Selain itu, terdapat juga akuarium ikan hias, kolam kecil dengan air mancur, dan taman yang menambah kenyamanan saat menunggu waktu berbuka.
Di sekitar masjid, terdapat pedagang yang menjual takjil dan makanan ringan, sehingga pengunjung dapat menikmati hidangan berbuka setelah berkeliling.
Dengan arsitektur yang unik dan fasilitas yang lengkap, Masjid Tiban Turen menjadi destinasi menarik untuk ngabuburit sambil menikmati suasana religi dan keindahan bangunannya.
3. Masjid Cheng Ho (Pasuruan)
Masjid Cheng Ho Pandaan, terletak di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, didirikan pada tahun 2004 atas prakarsa Bupati Pasuruan saat itu, Jusbakir Al-Jufri, sebagai penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, seorang laksamana Muslim asal Tiongkok yang berjasa dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Arsitektur masjid ini merupakan perpaduan budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab, mencerminkan akulturasi budaya yang harmonis.
Untuk kegiatan ngabuburit, Masjid Cheng Ho Pandaan menawarkan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan pengunjung. Ruang ibadah di lantai atas dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), mukena, dan Al-Qur’an, sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman sambil menunggu waktu berbuka.
Selain itu, pemerintah setempat telah menambahkan fasilitas seperti penataan parkir yang lebih baik, peningkatan jumlah toilet, dan hiasan ornamen di sekitar masjid untuk meningkatkan kenyamanan jamaah.
Di sekitar masjid, terdapat kafetaria dan tempat penjualan oleh-oleh, memungkinkan pengunjung untuk menikmati makanan ringan atau membeli cinderamata sambil menunggu waktu berbuka.
Keunikan arsitektur masjid yang memadukan unsur budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab juga menjadikannya spot menarik untuk berfoto, menambah pengalaman ngabuburit yang berkesan.
Keunikan arsitektur masjid yang memadukan unsur budaya Tionghoa, Jawa, dan Arab juga menjadikannya spot menarik untuk berfoto, menambah pengalaman ngabuburit yang berkesan.
4. Masjid Nasional Al- Akbar (Surabaya)
Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, dikenal sebagai Masjid Agung Surabaya (MAS), adalah masjid terbesar kedua di Indonesia setelah Masjid Istiqlal di Jakarta. Gagasan pembangunannya muncul dari Wali Kota Surabaya saat itu, Soenarto Soemoprawiro, dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden Try Sutrisno pada 4 Agustus 1995. Meskipun sempat terhenti akibat krisis keuangan Asia 1997, pembangunan dilanjutkan pada 1999 dan diresmikan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000.
Selama bulan Ramadan, MAS menjadi lokasi favorit untuk ngabuburit bagi ribuan warga Surabaya. Setiap harinya, masjid menyediakan 1.500-2.000 porsi takjil gratis bagi jamaah, ditambah donasi dari jamaah berupa 100-500 nasi kotak. Selain itu, masjid juga menyediakan vertikal fan untuk kenyamanan jamaah dan mengembangkan Al Akbar Tourism Center (ATC) serta gallery/museum yang menampilkan sejarah masjid.
Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, MAS menawarkan pengalaman ngabuburit yang berkesan, menggabungkan kegiatan spiritual dengan hiburan yang edukatif dan menarik.
5. Masjid Jami’ Al Baitul Amien (Jember)
Masjid Jami’ Al Baitul Amien terletak di Jalan Raya Sultan Agung, sisi barat Alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur. Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai tahun pendiriannya, masjid ini pernah direnovasi pada tahun 1939. Pada tahun 1973, masyarakat Jember berinisiatif membangun masjid baru dengan arsitektur modern yang menyerupai Gedung MPR/DPR di Jakarta.
Pembangunan ini melibatkan partisipasi aktif warga yang menyumbangkan 11 ribu ton gabah, sehingga terkumpul dana sebesar Rp518 juta. Masjid baru tersebut diresmikan pada 3 Mei 1976, sementara bangunan lama digunakan untuk kegiatan pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Al Baitul Amien.
Selama bulan Ramadan, Masjid Jami’ Al Baitul Amien menjadi lokasi favorit untuk ngabuburit. Area sekitar masjid sering digunakan oleh masyarakat untuk bersantai sambil menunggu waktu berbuka puasa. Selain itu, terdapat stand UMKM di depan masjid yang menjual berbagai takjil dan makanan, sehingga pengunjung dapat berburu hidangan berbuka dengan mudah.
Keberadaan Alun-alun Jember yang berada tepat di seberang masjid juga menambah pilihan bagi masyarakat untuk menikmati suasana sore hari.
Dengan fasilitas dan lokasi strategisnya, Masjid Jami’ Al Baitul Amien menawarkan pengalaman ngabuburit yang nyaman dan berkesan bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.
6. Masjid Namira (Lamongan)
Masjid Namira terletak di Lamongan, Jawa Timur, didirikan oleh pasangan pengusaha emas lokal, Helmy Riza dan Eny Yuli Arifah. Pembangunan masjid dimulai pada tahun 2012 dan diresmikan pada 1 Juni 2013. Awalnya, masjid ini memiliki kapasitas untuk 500 jamaah dengan luas lahan sekitar 0,9 hektar.
Seiring waktu, karena meningkatnya jumlah pengunjung, masjid ini mengalami perluasan untuk menampung lebih banyak jamaah. Nama “Namira” diambil dari Masjid Nimrah di Padang Arafah, Arab Saudi, dengan tujuan menghadirkan suasana spiritual Tanah Suci bagi masyarakat yang belum berkesempatan menunaikan umrah atau haji.
Masjid Namira menawarkan berbagai fasilitas yang cocok untuk kegiatan ngabuburit selama bulan Ramadan. Setiap hari, masjid menyediakan menu buka puasa dan takjil gratis bagi jamaah.’ Area parkir yang luas dan fasilitas lengkap, termasuk karpet yang empuk, memastikan kenyamanan beribadah. Arsitektur masjid yang menawan, dengan nuansa Timur Tengah, memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi pengunjung.
Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, Masjid Namira menjadi destinasi favorit untuk ngabuburit, menawarkan pengalaman beribadah yang nyaman dan berkesan bagi masyarakat Lamongan dan sekitarnya.
7. Masjid Ashabul Kahfi (Tuban)
Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi terletak di Tuban, Jawa Timur, dan dikenal sebagai masjid unik yang berada di dalam gua. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2002 oleh Kiai Subhan Mubarok. Sebelumnya, lokasi ini merupakan tempat pembuangan sampah di area perbukitan kapur.
Setelah dibersihkan, gua tersebut diubah menjadi masjid yang kini juga berfungsi sebagai pondok pesantren. Arsitektur masjid memadukan keindahan alami stalaktit dan stalagmit dengan ornamen kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding gua. Pilar-pilar megah dan cahaya temaram menambah pesona tersendiri bagi pengunjung.
Selama bulan Ramadan, masjid ini menjadi destinasi ngabuburit yang menarik. Pengunjung dapat menikmati suasana unik masjid sambil menunggu waktu berbuka puasa. Fasilitas seperti ruang utama untuk ibadah, toilet, tempat wudu, dan area bersantai tersedia untuk kenyamanan jamaah.
Dengan keunikan dan fasilitas yang ditawarkan, Masjid Aschabul Kahfi Perut Bumi Al Maghribi menjadi pilihan menarik untuk ngabuburit bagi masyarakat Tuban dan sekitarnya.
8. Masjid Agung Al- Anwar (Pasuruan)
Masjid Agung Al-Anwar, yang juga dikenal sebagai Masjid Jami’ Al-Anwar, terletak di Kota Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya di sebelah barat Alun-Alun Pasuruan. Pendirian masjid ini diprakarsai oleh Nitiadiningrat I dan Kyai Hasan, yang dikenal sebagai Mbah Selagah, pada tahun 1821 Masehi.
Masjid ini memiliki luas mencapai 3.770 meter persegi dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial bagi masyarakat setempat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga difungsikan untuk aktivitas keagamaan lainnya, seperti pengajian dan kesenian Islam, yang mempererat interaksi masyarakat Pasuruan.
Keunikan lain dari Masjid Agung Al-Anwar adalah adanya payung raksasa di pelatarannya, yang mirip dengan serambi Masjid Nabawi di Madinah. Hal ini menjadikannya destinasi wisata religi yang menarik bagi para pengunjung. Selama bulan Ramadan, masjid ini menjadi tempat favorit untuk ngabuburit.
Fasilitas yang disediakan sangat memadai, termasuk lahan parkir luas, toilet, dan tempat wudu terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Selain itu, masjid ini dibuka 24 jam selama Ramadan, memungkinkan jamaah untuk beribadah kapan saja.
Dengan sejarah yang kaya dan fasilitas yang lengkap, Masjid Agung Al-Anwar tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Pasuruan. [aje]






