Pamekasan (beritajatim.com) – Personil gabungan Polres Pamekasan, membubarkan aksi balap liar yang dilakukan sejumkah remaja menjelang waktu berbuka puasa Ramadan 1446 Hijriah, di Jl Raya Pamoroh, Kadur, Pamekasan.
“Langkah ini sebagai tindak lanjut dari laporkan masyarakat terkait adanya aksi balap liar, sekaligus mengantisipasi aktivitas anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan untuk melihat aksi balap liar,” kata Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, Kamis (6/3/2025).
Keresahan masyarakat tersebut bukan tanpa alasan, sebab adanya aksi balap liar justru dapat menjadi pemicu terhadap berbagai hal negatif yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan lalu lintas, gangguan keamanan hingga kebisingan yang ditimbulkan dari aksi balap liar.
“Sebagai tindak lanjut dari keresahan masyarakat, tim gabungan Polres Pamekasan, dan Polsek Kadur, melakukan kegiatan patroli strong poin ke lokasi yang sering dijadikan arena balap liar setiap sore menjelang buka puasa Ramadan,” ungkapnya.
Melalui patroli strong poin, petugas berhasil membubarkan aksi balap liar yang sangat meresahkan masyarakat. “Memang saat pembubaran sempat terjadi gesekan dengan masyarakat, tapi bisa diatasi,” imbuhnya.
“Adanya aksi balap liar di kalangan remaja mungkin karena terinspirasi dari tontonan balap seperti Moto GP ataupun keinginan jadi pembalap, tapi dengan cera melakukan balap liar tentu sangat tidak dibenarkan. Terlebih bisa berbahaya bagi pribadi maupun orang lain,” tegasnya.
Karena itu, pihakmya mengimbau sekaligus meminta masyarakat agar memiliki komitmen yang sama menjaga kamtibmas di Pamekasan. “Tidak kalah penting, biasanya pelaku balap liar merasa bangga ketika ada yang menonton. Jika tidak, mereka akan pindah tempat,” jelasnya.
“Maka dari itu, mari kita bersama-sama menciptakan suasana kondusif, serta selalu menjaga kamtibmas, terlebih di tengah masyarakat yang tengah fokus melaksanakan ibadah selama bulan suci Ramadan,” pungkasnya. [pin/ted]






