Gresik (beritajatim.com) – Kecelakaan tragis terjadi lagi di Jalan Raya Cerme, Gresik, yang merenggut nyawa seorang mahasiswi asal Lamongan. Korban, Mufidah (26), tewas di tempat setelah motornya terlindas truk tronton saat berusaha mendahului kendaraan tersebut pada Kamis (6/3/2025).
Peristiwa nahas ini terjadi ketika Mufidah, yang mengendarai motor Honda Beat dengan nomor polisi S 4453 JR, melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang. Saat melintas di Jalan Raya Cerme, ia mencoba mendahului truk tronton K 8034 OA yang dikemudikan Teguh Santoso (41), warga Plangitan, Pati.
Namun, saat mendahului dari sisi kiri, motor korban diduga terlalu dekat dengan truk tronton hingga menyenggol bodi kendaraan berat tersebut. Akibat benturan tersebut, Mufidah kehilangan kendali, terpelanting ke jalan, dan akhirnya terlindas roda truk.
“Korban meninggal dunia di TKP karena mengalami luka parah. Jenazahnya sudah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina untuk dimintakan VER jenazah,” ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Achmad Andri Aswoko.
Andri menambahkan bahwa kecelakaan di Jalan Raya Cerme, terutama yang melibatkan pengendara roda dua, kerap terjadi. Oleh karena itu, ia mengimbau pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat berkendara, terutama saat melintas di jalur yang padat.
“Selalu waspada dan konsentrasi saat berkendara. Jangan lupa mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas,” paparnya.
Saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan motor korban dan truk tronton sebagai barang bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi truk untuk penyelidikan lebih lanjut.
Jalan Raya Cerme Gresik yang merupakan jalan provinsi memang dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan. Tingginya volume kendaraan yang melintas, baik pada pagi maupun sore hari, menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan di lokasi tersebut. [dny/ian]






