Malang (beritajatim.com) – Satu lagi, prestasi diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma). Viqqi Razaqtana, mahasiswa semester 6 Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) meraih Juara 1 Lomba Dai Internasional yang diselenggarakan oleh Global Forum Muslim Preachers secara daring dengan basis pelaksanaan di Turki pada 24 Februari 2025 lalu.
Kompetisi tahunan ini diikuti oleh peserta dari 6 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Turki, Brunei, Singapura, dan Arab Saudi. Dalam ajang bergengsi ini, Indonesia berhasil mendominasi, dengan Viqqi meraih Juara 1, disusul rekannya dari Indonesia di posisi Juara 2.
Viqqi bukan sosok asing di dunia dakwah. Sejak kecil, ia sudah aktif dalam berbagai lomba dan dakwah di masyarakat. Ia pernah menjadi Juara 1 Lomba Dai Nasional di Aceh dan telah melakukan safari dakwah di berbagai daerah, termasuk 60 jadwal dakwah di Kalimantan Timur.
Viqqi menjelaskan bahwa kompetisi di Turki ini lebih menantang. Utamanya karena harus dilakukan secara daring melalui Google Meet, berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlangsung secara luring.
“Berbeda dengan lomba luring, saat daring kita tidak bisa melihat langsung audiens, sehingga sulit untuk membangun interaksi,” ujar mahasiswa PAI ini kepada awak media, Rabu (5/3/2025).
Dalam kompetisi ini, Viqqi membawakan tema Moderasi Beragama, dengan bimbingan dari KH Zulfa Mustofa dan KH Asad Syamsul Arifin (Ketua RMI PBNU). Peserta diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia, Arab, atau Inggris, sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Prestasi ini tidak terlepas dari pembinaan intensif UKM JQH Al-Mizan Unisma, Viqqi menjabat sebagai ketua. Wakil Rektor III Unisma, Dr. Muhammad Yunus, menegaskan bahwa pihak kampus memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa yang berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
“Kami memiliki berbagai program pelatihan, mendatangkan pelatih dari luar, serta memberikan dukungan finansial untuk keikutsertaan dalam perlombaan. Mahasiswa yang berprestasi juga mendapat apresiasi berupa potongan SPP dan uang pembinaan,” ujar Dr. Yunus.
Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D. Ia menegaskan bahwa Unisma berkomitmen untuk mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mahasiswa, sehingga mereka mampu bersaing di tingkat global.
“Kami serius dalam membina mahasiswa di berbagai UKM. Prestasi ini adalah bukti bahwa kualitas akademik dan non-akademik Unisma sangat unggul. Oleh karena itu, kami yakin Unisma adalah pilihan terbaik bagi masyarakat yang ingin pendidikan berkualitas,” tegasnya.
Selain Fiki, enam atlet dari UKM Taekwondo Unisma juga sukses meraih medali di berbagai kategori dalam kompetisi nasional dan internasional. Keberhasilan ini menegaskan bahwa pembinaan mahasiswa di Unisma mencakup berbagai bidang, dari akademik, seni, hingga olahraga. [dan/aje]






