Mojokerto (beritajatim.com) – Ribuan relawan mengikuti Tasyakuran Relawan Ning Ita-Cak Sandi di GOR Seni Majapahit Kota Mojokerto, Selasa (4/3/2025). Acara tersebut sebagai bentuk syukur dan silaturahmi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Wakil Wali (Wawali) Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi.
“Kan kita ini punya Tim Relawan Bolo Sewu, itu adalah unsur masyarakat yang kemarin berjuang di garda terbawah dalam rangka memenangkan hati masyarakat. Mensosialisasikan program Ning Ita-Cak Sandi, mengajak masyarakat untuk mendukung Ning Ita-Cak Sandi,” ungkap Ning Ita (sapaan akrab, red).
Artinya, lanjutnya, mereka adalah para tentara yang berada di garda terdepan. Sehingga setelah ia berkantor di Balai Kota Mojokerto setelah mengikuti retret di Magelang, ia bersama Cak Sandi (Wawali Mojokerto, red) menggelar tasyakuran bersama Tim Relawan Bolo Sewu sebagai bentuk rasa syukur dan silaturahmi.
“Ini termasuk hal yang harus saya segerakan karena tentu rasa tahagia dilantik itu tidak hanya dirasakan oleh Ning Ita-Cak Sandi tetapi betapa saya melihat mereka-mereka ini mungkin jauh lebih bahagia daripada kami berdua. Itu saya merasakan bagaimana beliau-beliau ini mengirim bunga, mengirim ucapan selamat, membuat layer, berkirim rasa dan rasa senang dan seterusnya,” katanya.
Sehingga harus mewujudkan dalam bentuk rasa syukur. Yakni bersama-sama, kesenangan, kebahagiaan yang dirasakan oleh Tim Relawan Bolo Sewu dalam kebersamaan tersebut meskipun bentuknya sederhana. Lantaran saat ini adalah bulan suci Ramadan namun intinya menyatukan rasa rahagia, rasa bangga serta syukur dalam satu forum.
“Tim Relawan Bolo Sewu ini dihadirkan dalam ruang yang sama, forum yang sama berdoa sebagai wujud rasa bahagia dan syukur itu kepada Allah SWT. Ya tentu kalau ke depan ya, harapannya teman-teman para tim relawan ini tetap membersamai kita, tetap berada di barisan kami,” harapnya.
Yakni untuk mengawal suksesi program-program khususnya Panca Cita Ning Ita-Cak Sandi. Karena menurutnya, kehadiran Tim Relawan Bolo Sewu yang ada di tengah-tengah masyarakat yang menjadi bagian dari masyarakat sangat penting sebagai telinga dan mata Ning Ita-Cak Sandi.
“Dengan segala keterbatasan kami tetapi melalui 1000 tim relawan, kami akan tahu bagaimana dampak dari program kami. Apakah sudah tepat sasaran? Apakah sudah merata berkeadilan, ini mereka semua lah yang akan menjadi mata dan telinga kami. Itu harapan kami ke depan sampai dengan 5 tahun kedepan,” tegasnya. [tin/ted]






