Bojonegoro (beritajatim.com) – Proses serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2025-2030 berlangsung khidmat dalam rapat Paripurna Istimewa yang digelar di DPRD Bojonegoro, Selasa (4/3/2025).
Pada acara tersebut, Setyo Wahono dan Nurul Azizah resmi menerima jabatan sebagai bupati dan wakil bupati setelah sebelumnya diusung oleh 13 partai politik dalam pertaruhan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Penyerahan jabatan dilakukan oleh Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto kepada Wahono dan Nurul, yang kini menjadi pasangan pemimpin daerah kaya sumber daya alam migasnya tersebut.
Acara sertijab dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta pimpinan dan anggota DPRD Bojonegoro, jajaran birokrat Pemkab Bojonegoro, dan Forkopimda Bojonegoro.
Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar, dalam sambutannya menegaskan bahwa dengan sertijab ini, Setyo Wahono dan Nurul Azizah telah sah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro.
“Dengan adanya serah terima jabatan ini, mereka telah resmi dan konstitusional memimpin Bojonegoro,”ujar Umar saat memimpin rapat tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa proses transisi kepemimpinan ini sangat penting, dan berharap agar Pemkab Bojonegoro dapat segera menjalankan tugas dengan penuh semangat dan komitmen.
“Kami berharap para pemimpin yang baru dapat segera melaksanakan tugas dengan maksimal, demi kemajuan Bojonegoro yang lebih baik,” tegas Khofifah.
Selain itu, Khofifah juga menyinggung salah satu program strategis pemerintah pusat, yaitu Makan Bergizi Gratis yang diharapkan dapat didukung oleh seluruh pihak di daerah. “Program ini sudah dipersiapkan dengan matang dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi generasi mendatang,” imbuhnya.
Setelah resmi dilantik, dalam pidato perdananya, Setyo Wahono menegaskan komitmennya untuk bekerja sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintahan yang baru akan mengutamakan pembangunan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bojonegoro.
“Peningkatan kualitas masyarakat Bojonegoro menjadi prioritas utama kami, dan hal itu akan terus bersinergi dengan program-program yang digulirkan oleh pemerintah pusat,” kata Wahono dalam pidatonya. [lus/beq]






