Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait berjanji memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat dalam penataan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Fawait juga menjanjikan kejutan dalam masa awal pemerintahannya. “Tidak bisa saya detailkan dulu, dong. Nanti kita bikin kejutan-kejutan di 100 hari, termasuk nanti sore, kita bersama-sama ke Pasar Tanjung,” katanya, usai memimpin apel erdana aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Jalan Sudarman, Senin (3/3/2025).
“Berikutnya apa, Gus? Tunggulah. Biar ini kayak sinetron Tersanjung dengan episode-episode,” katanya.
Fawait hanya menegaskan bahwa pemangkasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2025 didasarkan pada semangat efisiensi dan bukan untuk menghabisi anggaran. “Tapi membuat anggaran lebih efektif untuk kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mendukung legislatif dan eksekutif menyisir anggaran dengan menyesuaikan program prioritas bupati baru.
“Ke depan prioritas utamanya apa? Tentu refocusing dan efisiensi jangan di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang menjadi program prioritas bupati baru. Tapi intinya mau tidak mau, suka tidak suka, atas pengurangan (anggaran dari pusat) itu harus kita lakukan penyesuaian,” kata Widarto.
Widarto berharap penyesuaian anggaran dilakukan secepatnya, “Kalau kelamaan nanti anggaran tidak bisa segera digunakan dan berakibat pada program kita, berakibat pada serapan anggaran, sehingga program-program yang sudah kita rencanakan bisa tidak maksimal,” katanya.
Menurut pandangan Widarto, pemerintah saat ini lebih banyak memprioritaskan swasembada pangan dibandingkan era pemerintahan Joko Widodo. “Ini artinya akan ada perubahan yang signifikan di tingkat daerah, karena itu juga nanti kan ini akan menyangkut OPD-OPD terkait. Misal OPD Dinas Tanaman Pangan pasti tidak bisa diefisiensi terlalu besar,” katanya. [wir]






