Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan sejumlah program prioritas pembangunan Jawa Timur dalam lima tahun ke depan pada rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Sabtu (1/3/2025).
Program tersebut disusun berdasarkan visi pembangunan Jawa Timur yang berdaya saing tinggi pada 2045, dengan menitikberatkan pada keunggulan kompetitif, inovasi, dan akhlakul karimah.
“Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai gerbang logistik internasional. Pengembangan industri dan jasa, serta peningkatan ekspor dan impor, baik di tingkat ASEAN maupun global, menjadi salah satu fokus utama,” kata Khofifah.
Sejumlah program prioritas yang disampaikan mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya:
- Integrasi Data Tunggal Sosial Ekonomi
Gubernur menekankan pentingnya integrasi data tunggal untuk mendukung perencanaan pembangunan yang terpadu dan efektif. “Super apps dengan integrasi data tunggal akan menjadi kunci,” katanya. - Mudik Gratis Terintegrasi
Program mudik gratis berbasis darat dan laut akan kembali dijalankan, dengan peningkatan penanganan dermaga pelabuhan dan pemantapan jalan untuk menjamin kenyamanan serta keamanan pemudik. “Sejak dilantik, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan kelancaran arus mudik,” ujar Khofifah. - Peningkatan Layanan Trans Jatim
Khofifah menargetkan peningkatan frekuensi dan kapasitas layanan Trans Jatim di berbagai koridor, termasuk peluncuran koridor baru Sidoarjo-Mojokerto (Koridor 6). Peningkatan kenyamanan dan rute menjadi prioritas. - Percepatan Pembangunan Rumah Sakit
Pembangunan Rumah Sakit Muhammad Nur dan Rumah Sakit Paru di Jember akan dipercepat. “Kami akan mempercepat tahapan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kedua rumah sakit tersebut,” ujarnya. - Penguatan Kompetensi Talenta Milenial
Program penguatan kompetensi bagi talenta milenial melalui jobs center akan dijalankan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital dan ekonomi kreatif bagi generasi Z dan UMKM. - Perluasan Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil
Program perluasan pembiayaan usaha mikro dan kecil akan dilakukan melalui hibah model Baswedan ultra mikro, Bank UMKM, dan penyaluran KUR melalui bank pemerintah daerah. - Pemantapan Jalan dan Infrastruktur
Peningkatan perawatan jalan dengan program “sapu bersih” lubang dan pemeliharaan rutin akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas selama Lebaran. - Penguatan Ekonomi Kreatif
Program “Desa Berdaya” akan terus digalakkan, dengan sinergi program desa wisata, desa devisa, klinik BUMDes, dan ekotren untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa. - Antisipasi Musim Kemarau
Mengacu data BMKG tentang musim kemarau yang diperkirakan berlangsung April-Juni, pemerintah provinsi akan melakukan penanganan sungai-sungai rawan banjir untuk mencegah bencana.
Sejumlah program prioritas ini diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan Jawa Timur menuju provinsi yang berdaya saing tinggi di tahun 2045.
Gubernur Khofifah optimistis program-program ini dapat terlaksana dengan baik melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak.
Sedangkan Wagub Emil menambahkan bahwa program-program yang dirumuskan oleh Khofifah telah selaras dengan Asta Cita milik pemerintah pusat.
“Ada banyak program yang bisa dilanjutkan dan masih relevan, tetapi ada juga hal-hal baru. Selama kurang lebih tiga bulan ke depan, beliau (Khofifah) sudah merumuskan 10 program. Mohon doa restunya. Program juga sudah selaras dengan Asta Cita, sehingga tidak tumpang tindih,” tandas Emil. [ipl/suf]






