Banyuwangi (beritajatim.com) – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengimbau masyarakat yang berbelanja di pasar takjil Ramadhan untuk membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi limbah plastik di Banyuwangi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pasar takjil yang banyak bermunculan di desa dan kampung-kampung, Pemkab Banyuwangi menghadirkan ‘Festival Ngerandu Buko’. Selain tersebar di berbagai kecamatan dan desa, beberapa titik baru disiapkan sebagai lokasi utama, salah satunya Pantai Marina Boom.
“Silakan berburu makanan dan minuman di pasar-pasar, tapi jangan lupa untuk mengurangi kantong plastik. Bawa kantong belanja sendiri atau wadah makanan jika memungkinkan. Mari kita biasakan membawa kantong belanja dari rumah,” imbau Bupati Ipuk.
Tak hanya pengunjung, pedagang yang berpartisipasi dalam bazar takjil Ramadan juga dilarang menggunakan plastik/kresek sekali pakai. Sebagai alternatif, mereka disarankan untuk menyediakan kantong ramah lingkungan berbayar.
Imbauan ini tertuang dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Banyuwangi, Dwi Yanto.
“Harus dimulai dari langkah kecil seperti ini untuk mengurangi sampah plastik yang sudah menjadi isu besar di berbagai daerah,” jelas Dwi Yanto.
Selain pengurangan plastik, Pemkab Banyuwangi juga menjaga higienitas makanan di pasar takjil dengan menerjunkan laboratorium kesehatan keliling. Tim ini akan menguji kualitas makanan dan minuman secara bergilir di beberapa lokasi pasar takjil untuk memastikan keamanan pangan.
“Kami berharap makanan yang dijual tidak hanya lezat tetapi juga sehat,” tambah Bupati Ipuk.
Pasar takjil di Banyuwangi yang rutin digelar selama bulan Ramadan tidak hanya menjadi ajang berburu kuliner, tetapi juga berperan dalam menggerakkan ekonomi warga. Dengan dukungan kebijakan ramah lingkungan, pasar takjil di Banyuwangi diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menerapkan kebiasaan belanja yang lebih berkelanjutan. [alr/beq]






