Mojokerto (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto menggelar pemantauan hilal 1 Ramadan 1446 Hijriah di Masjid Agung Darussalam, Jumat (28/2/2025). Namun, hilal tidak terlihat karena tertutup mendung.
Masjid Agung Darussalam yang menjadi lokasi pemantauan awal Ramadan ini berada di Jalan Raya Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, dengan ketinggian 50 mdpl (meter di atas permukaan laut). Berdasarkan koordinat, lokasi ini berada di lintang -7° 29′ 18,39″ LS dan bujur 112° 25′ 12,80″ BT.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Mojokerto, Muttakin, menyatakan bahwa tidak ada satupun perukyat yang berhasil melihat hilal akibat kondisi cuaca yang mendung.
“Maka kita nanti akan menunggu keputusan resmi dari sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI,” ungkapnya.
Muttakin menambahkan bahwa hasil pemantauan hilal ini akan diteruskan kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur dan Pengadilan Agama (PA) Jawa Timur sebagai bagian dari proses penentuan awal Ramadan secara resmi.
Sementara itu, Tim Ahli Falakiyah PCNU Kabupaten Mojokerto, Ahsanul Milal, menjelaskan bahwa dalam pemantauan ini tim perukyat berjumlah sekitar sembilan orang dengan menggunakan alat bantu seperti teleskop, gawang lokasi, dan teodolit.
“Sesuai prediksi, hilal tidak dapat dilihat, apalagi saat pemantauan cuaca mendung sehingga mempengaruhi. Hilal itu cahayanya tipis, tidak terlihat sama sekali. Banyak faktor terlihatnya hilal, terutama pengalaman dan kelengkapan alat serta cuaca. Kalau cuaca tidak mendukung, sama sekali tidak terlihat,” jelasnya.
Kegiatan rukyatul hilal ini juga dihadiri oleh Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Mojokerto, Kemenag Kabupaten/Kota Mojokerto, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mojokerto. Hasil pemantauan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah. [tin/suf]






