Magetan (beritajatim.com) – Setelah heboh dengan suara dentuman misterius, warga Madiun Raya kembali dibuat penasaran dengan sebuah video berdurasi 22 detik yang viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan kepulan asap hitam di area lahan pertanian, disertai narasi dari perekam yang menyebut, “Lur, serangan di bom, di bom Israel iki dua tempat. Ditembak Israel ko nduwur iki mang.”
Meskipun perekam video tersebut tidak menyebutkan lokasi dan waktu kejadian, sejumlah akun media sosial mengaitkannya dengan suara dentuman keras yang sempat terdengar di beberapa wilayah Madiun Raya, Jawa Timur. Berbagai unggahan menyebut bahwa kepulan asap tersebut merupakan hasil uji bahan peledak (handak) yang dilakukan oleh Lanud Iswahjudi.
Namun, Lanud Iswahjudi membantah klaim tersebut. Mayor Sus Yudha Pramono menegaskan bahwa lokasi dalam video bukan bagian dari wilayah Lanud Iswahjudi. “(Lokasi dalam video) Itu bukan di wilayah Lanud Iswahjudi,” ujarnya pada Jumat (28/02/2025).
Lebih lanjut, Yudha juga memastikan bahwa suara dentuman yang terdengar di beberapa daerah pada Kamis (27/02/2025) siang bukan disebabkan oleh fenomena sonic boom dari pesawat tempur mereka. Sonic boom sendiri merupakan suara ledakan yang terjadi saat pesawat melampaui kecepatan suara, menghasilkan gelombang kejut yang dapat terdengar sebagai dentuman keras.
Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Lanud Iswahjudi memang sedang melaksanakan latihan uji bahan peledak yang dilakukan oleh Depohar 60. Namun, ia menegaskan bahwa suara dari latihan ini hanya memiliki radius sekitar 1,5 km dan dilakukan sesuai prosedur keselamatan.
“Memang betul di wilayah Lanud Iswahjudi juga sedang dilaksanakan latihan uji bahan peledak (handak) yang mengakibatkan dentuman. Namun, kami pastikan radius suaranya hanya sekitar 1,5 km dan dilaksanakan sesuai dengan standar prosedur serta berada pada koridor keselamatan. Latihan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan TNI AU,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. “Terkait suara dentuman itu kami menghimbau masyarakat agar tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Lanud Iswahjudi guna mendapatkan klarifikasi yang akurat,” pungkasnya. [fiq/suf]






