Surabaya (beritajatim.com) – Mantan asisten pelatih Persebaya Surabaya, Mustaqim, mengenang sosok Bejo Sugiantoro sebagai pemain yang tidak banyak bicara, tetapi membuktikan kualitasnya melalui kerja keras di lapangan. Bejo dikenal sebagai figur yang disiplin dan menjadi panutan bagi banyak pemain muda.
“Tidak banyak bicara, tetapi dia menunjukkan kerja nyata. Perilakunya baik, dan selama ini, ketika saya menjadi pelatih, dia tetap konsisten,” ujar Mustaqim, Kamis (27/1/2025).
Mustaqim yang akrab disapa Abah Taqim menceritakan bahwa ketika bertugas keluar kota bersama, ia sering berbagi kamar dengan Bejo. Salah satu hal yang selalu ditekankan oleh legenda sepak bola Indonesia itu adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
“Kadang satu kamar sama saya. Kalau soal jaga kondisi, dia paling rajin,” tambahnya.
Menurut Mustaqim, kedisiplinan Bejo juga terlihat ketika menjadi pelatih. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu mengembangkan talenta muda, seperti yang ia lakukan saat menangani pemain di EPA Persebaya. Kemampuannya ini dianggap setara dengan Aji Santoso, pelatih yang juga dikenal jeli dalam membina pemain muda.
“Dia termasuk yang bisa menghasilkan beberapa pemain untuk Persebaya, seperti Rizky Ridho, dan masih banyak lagi,” ungkap Mustaqim.
Selain di lapangan, kenangan paling berkesan bagi Mustaqim bersama Bejo adalah kebiasaan mereka menunaikan shalat berjamaah, baik saat pertandingan kandang maupun tandang.
“Kenangan yang paling diingat adalah kebiasaan shalat berjamaah, baik sebelum pertandingan maupun saat momen tertentu. Kadang bercanda, kadang sharing bersama,” kenangnya.
Mustaqim dan Bejo Sugiantoro telah berkolaborasi bersama di Persebaya Surabaya selama lebih dari dua musim, mulai dari era kepelatihan Djajang Nurjaman hingga Aji Santoso. Kepergian Bejo menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola Indonesia, terutama bagi para pemain muda yang pernah dibimbingnya. [way/ian]






