Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan jemaah haji Ponorogo mulai melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk keberangkatan tahun 2025 ini. Pelunasan tahap pertama telah dibuka sejak tanggal 14 Februari hingga 14 Maret. Sepekan dibuka, tercatat sudah ada 195 orang dari 393 jemaah masuk dalam daftar berhak lunas, yang sudah menyelesaikan pembayaran.
“Pelunasan tahap pertama ini diperuntukkan bagi jemaah dengan nomor porsi yang telah terverifikasi serta jemaah prioritas lansia,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kemenag Ponorogo, Marjuni, Rabu (26/02/2025).
Marjuni menjelaskan bahwa pada tahun 2025 ini, Bipih ditetapkan sebesar Rp60.955.751. Jumlah ini, mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, dari jumlah Bipih itu, jemaah haji asal Ponorogo perlu melunasi pembayaran yakni sebesar Rp33.671.998. “Jadi jemaah haji Ponorogo melakukan pelunasan sebesar Rp33. 681.998 dari Bipih tahun ini sebesar Rp60.955.751,” katanya.
Mengapa demikian, Marjuni pun kembali menegaskan bahwa sebelumnya jemaah haji itu sudah melakukan setoran awal sebesar Rp25 juta. Kemudian, ada nilai manfaat sebesar Rp2. 293.753. Jika biaya Bipih dikurangi setoran awal dan nilai manfaat, jatuhnya diangka Rp33.671.998. Oleh karena itu, Marjuni mengingatkan para jemaah untuk segera melakukan pelunasan sebelum batas akhir. “Jemaah yang tidak menyelesaikan pembayaran pada tahap pertama, berisiko batal berangkat tahun ini,” katanya.
Sementara itu pelunasan tahap kedua, kata Marjuni dijadwalkan pada tanggal 24 Maret hingga 17 April. Tahap ini diperuntukkan bagi 183 jemaah lainnya, termasuk pendamping dan jemaah cadangan.
“Bagi jemaah yang mengalami kendala teknis atau gagal sistem saat pelunasan tahap pertama, masih memiliki kesempatan di tahap kedua. Namun, jika sampai batas akhir tahap kedua masih belum lunas, maka keberangkatan tahun ini bisa tertunda,” tegasnya.
Marjuni juga menekankan pentingnya persiapan finansial bagi jemaah. Pemerintah terus berupaya memastikan seluruh proses berjalan lancar, agar ibadah haji tahun ini dapat dilaksanakan dengan nyaman dan aman. “Sejak awal, kami telah mengimbau agar jemaah mulai mencicil Bipih melalui rekening haji masing-masing. Namun, saat pelunasan, pembayaran harus dilakukan penuh, tidak bisa dicicil lagi,” pungkasnya. (end/kun)






