Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mendistribusikan bantuan kepada korban bencana banjir di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (25/2/2025). Ratusan paket sembako, alat kebersihan, hingga air bersih disalurkan kepada warga terdampak banjir luapan Kali Lamong.
Empat desa yang terdampak banjir adalah Desa Sumberwuluh, Talunblandong, Pulorejo, dan Banyulegi. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoi Afrida, menjelaskan bahwa banjir yang merendam empat desa tersebut disebabkan oleh luapan Kali Lamong. “Kita tergantung debit air yang ada di aliran Bengawan Solo dan Kali Lamong,” katanya.
Yoi menambahkan bahwa kedua sungai tersebut berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga Pemkab Mojokerto hanya bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak dalam bentuk permakanan, sembako, perahu, air bersih, paket baju anak, serta alat kebersihan.
“Sembako terdiri dari beras, gula, sarden, mie, dan minyak goreng serta roti. Untuk baju anak, ada pampers dan selimut. Alhamdulillah tidak ada yang mengungsi, tapi khusus di Dusun Klanting, Desa Pulorejo kita siapkan dapur umum. Satu titik, sekali masak untuk 400 bungkus untuk satu kali distribusi,” urainya.
Yoi juga mengingatkan bahwa cuaca di wilayah Kabupaten Mojokerto masih ekstrem sesuai prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda hingga tiga hari ke depan. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto sejak Senin (24/2/2025) siang menyebabkan debit air di Kali Lamong dan drainase meningkat, yang mengakibatkan empat desa di dua kecamatan di utara Sungai Brantas terendam banjir. [tin/beq]






