Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK Ubaya) menggelar seminar internasional bertajuk “Exploring TECAB and Total Artificial Heart as a Bridge to Transplant”.
Seminar ini menghadirkan ahli bedah jantung dari Leuven Catholic University, Belgia, Prof. Susilo Andi Widjaja, MD FETCS. Seminar tersebut membahas teknologi bedah jantung terkini dan solusi inovatif untuk mengatasi gagal jantung.
Seminar ini diselenggarakan sebagai respons terhadap tingginya angka kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Data WHO per September 2024 menunjukkan lebih dari 17 juta kematian global akibat penyakit ini, dengan 651.481 kasus di Indonesia.
Dalam paparannya, Prof. Susilo menjelaskan mekanisme kerja jantung dan dampak konsumsi makanan berlebihan terhadap pembuluh darah. Ia menekankan pentingnya penggunaan arteri dalam prosedur bypass arteri jantung.
“Jantung itu kerjanya berat sekali. Setiap kali bekerja, memompa darah 5 liter. Maka, saluran darah itu sangat penting. Ketika terjadi sumbatan atau penggumpalan darah, kita bisa atasi dengan Bypass arteri,” jelasnya, ditulis Sabtu (22/2/2025).
“Prinsipnya, kalau bisa selalu pakai arteri. Saya optimalkan di tiga bagian jantung, yaitu depan, kanan dan belakang. Termasuk yang belakang, saya selalu berusaha menggunakan pembuluh darah arteri dari perut,” paparnya.
Ia juga menjelaskan penggunaan jantung buatan (artificial heart) sebagai solusi sementara selama menunggu transplantasi jantung. Ia mengungkapkan pentingnya kolaborasi dengan spesialis mikrobiologi klinik dalam proses ini.
“Prinsipnya harus secepat mungkin dan pengawasan untuk menjaga supaya gumpalan darah itu bagus. Tentunya bekerja sama dengan spesialis mikrobiologi klinik,” katanya.
Dekan FK Ubaya, Prof. Rochmad Romdoni, Sp.PD., Sp.JP(K)., menyatakan apresiasi terhadap seminar ini dan menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa.
Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-9 FK Ubaya, yang menghadirkan pembicara dari berbagai negara, termasuk Belgia, Belanda, Thailand, dan Indonesia. “Kami ingin mendorong mahasiswa menjadi unggul secara internasional berbasis teknologi kedokteran terkini,” katanya.
Seminar diikuti lebih dari 340 mahasiswa FK Ubaya secara hybrid. Selain Prof. Susilo, seminar juga menghadirkan Baeyens Martine, ahli perfusi kardiopulmonari dari Rumah Sakit Aalsterse Stedelijk Ziekenhuis, Belgia. Seminar dimoderatori oleh dr. Risma Ikawaty, Ph.D., dan dr. Jordan Bakhriansyah, SpJP., Ketua Umum Indonesian Heart Association wilayah Surabaya. [ipl/kun]






