Blitar (beritajatim.com) – Bupati Blitar, Rijanto memilih untuk ikut retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Usai dilantik oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar itu langsung menuju Magelang untuk menjalani retret.
Rijanto pun nampaknya memilih untuk tak mematuhi instruksi Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya, Megawati menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah dari PDIP untuk menunda ikut retret.
Namun Rijanto yang berposisi sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar memilih untuk tidak patuh pada instruksi itu. Pria berusia 72 tahun itu pun pergi ke Magelang untuk retret bersama sejumlah kepala daerah lainnya.
“Usai pelantikan itu (Kamis, 20/2/2025), sore harinya perjalanan ke Magelang,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Umum Setda Blitar, Wahyudiono, Sabtu (22/2/2025).
Rijanto sejatinya adalah kader PDIP. Selama 3 kali maju di Pilkada, Rijanto selalu diusung oleh PDIP. Pada Pilkada 2024 kemarin Rijanto pun diberikan mandat oleh PDIP untuk maju sebagai Calon Bupati Blitar.
Kepercayaan dari PDIP itu pun tidak sia-sia, Rijanto yang dipasangkan dengan Beky Herdihansah akhirnya menang dan bisa menumbangkan petahana. Kini Rijanto telah resmi menjadi Bupati Blitar, namun dengan prosesnya Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi berupa penundaan keikutsertaan retret.
Namun sayangnya, instruksi itu nampaknya tidak didengarkan oleh Rijanto. Meski berstatus Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar, Rijanto memilih untuk pergi ke Magelang untuk mengikuti retret.
“Iya ikut (retret). Sesuai rundown sampai tanggal 28 Februari 2025,” imbuhnya.
Sikap Rijanto ini nampaknya akan berbeda dengan pengurus DPC PDIP Kabupaten Blitar. Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar Supriadi dengan tegas menyebut bahwa dirinya dan seluruh kader akan taat dan patuh dengan instruksi sang Ketum Megawati Soekarnoputri.
“Apapun nanti instruksinya kami akan patuh dengan partai dan ibu ketua umum,” ucap Supriadi.
Sejak beredarnya surat instruksi tersebut, Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar pun belum berkomunikasi lebih lanjut dengan Rijanto. Sehingga DPC PDIP Kabupaten Blitar tidak tahu tentang sikap yang diambil oleh Rijanto.
“Saya belum tahu soal itu (sikap Rijanto) soalnya saya belum komunikasi lagi,” tandasnya.
Meski ada instruksi dari sang Ketum, namun hingga kini belum ada kejelasan sanksi yang akan diberikan ke kader PDIP yang ikut retret. Pihak DPC PDIP Kabupaten Blitar pun masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai instruksi dari Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri. [owi/beq]







10 Komentar
Rijanto – beky jadi bupati dan wakil bupati itu pilihan rakyat,,,, bukan yg milih mbah mega,,,, harusnya mbah mega itu trima kasih,, kepada rakyat blitar,,, karena masih mempercayai kadernya,,
Sombong mbah-mbah, kepala daerah yg sudah terpilih dan sudah dilantik lagi, itu milik rakyat bukan milik partai jadi ya harus taat sama kepala negara pilihan rakyat buka pada partai, masak ketua umum partai ikut2an ngatur kepala daerah, emang mau nyaingi kepala negara
Ah di nenek Megawati makin kesini makin pikun aja
Orang udah terlanjur emosi ya kaya mbah mega itu.
Pecat saja Kader pembangkang. Kalau nggak mau tunduk pada instruksi, jangan jadi kader partai.
Di pecat dr PDIP pun tetap jadi bupati… Wkwkk
Sbgai wrga yg baik di undang presiden ya hadir lah.. Masak gk..
Gaaaa terus pak RIJANTO
Itu keputusan ketum yang sangat emosional tentu setelah dilantik patuhnya kepada presiden sebagai kepala negara dan krpala pemetintahan bukan tunduk dan patuh pada ketum partai …negara harus diatas partai …kok nggak paham paham piye jall.
Soalnya ketumnya gak terpilih jadi apa2 dan gak di lantik, makanya ngiri sama yg jdi kepala daerah yg baru di lantik
Biasa saja . .skrng pak rijianto udah d JD pemimpin … Patut klo ogah di aturrr….
Salut dan bangga sama sikap pak bupati rijanto….