Surabaya (beritajatim.com) – Meningkatnya angka kecelakaan kerja di Indonesia menjadi perhatian serius. Menjawab tantangan ini, tim mahasiswa dari Program Studi Rekayasa Keselamatan Proses (RKP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan CAPES, sebuah gelang sensor pintar yang dirancang untuk mencegah kecelakaan di tempat kerja.
Ketua tim, Muhammad Rafi Kalevi, menjelaskan bahwa CAPES merupakan solusi inovatif untuk mengurangi risiko kecelakaan. Gelang ini bekerja dengan memantau kondisi vital tubuh pengguna secara real-time, memberikan peringatan dini jika terjadi penyimpangan dari kondisi normal.
Dengan desainnya yang praktis berupa gelang, CAPES mudah digunakan dan nyaman dikenakan. “CAPES merupakan langkah signifikan dalam upaya mencegah kecelakaan kerja,” ujar Levi ditulis Rabu (19/2/2025).
CAPES dilengkapi tiga sensor utama, antara lain DHT22 untuk mengukur kelembaban dan suhu lingkungan, DS18B20 untuk mengukur suhu tubuh, dan MAX30102 untuk mendeteksi detak jantung dan kadar oksigen dalam darah. Jika salah satu sensor mendeteksi kondisi yang tidak normal, CAPES akan memberikan peringatan berupa bunyi alarm.
Lebih lanjut, Levi menjelaskan bahwa CAPES juga terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Fitur ini memungkinkan pengawasan kondisi pekerja secara jarak jauh melalui perangkat yang terhubung dengan CAPES.
“Teknologi IoT memudahkan manajemen dalam memantau kesehatan dan keselamatan para karyawan,” tambah Levi.
Pengembangan CAPES oleh Levi bersama Muhammad Irfan Ali dan Faizatuzzahra juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.
Keberhasilan CAPES meraih juara III Lomba Inovasi K3 Perusahaan yang diselenggarakan oleh Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi Jawa Timur (DK3P Jatim) semakin membuktikan potensi inovasi ini dalam mengurangi angka kecelakaan kerja di Indonesia. Mereka berharap CAPES dapat berkontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. [ipl/ted]






