Banyuwangi (beritajatim.com) – Menjelang Ramadhan, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Kesehatan telah menentukan ambang batas aman kandungan jajanan yang dapat dijual di Pasar Kuliner Ramadhan. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan makanan yang dijual serta konsumen pasar takjil selama bulan puasa.
Sudah menjadi kebiasaan ketika bulan suci ramadhan, masyarakat melakukan aktivitas ngabuburit seraya membeli takjil pembatal puasa. Terlebih di Banyuwangi setiap tahun akan muncul pasar-pasar kuliner pinggir jalan yang menawarkan aneka kudapan yang menarik dengan warna mencolok hingga rasa yang nikmat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan, ada beberapa kandungan yang tidak tidak boleh dipergunakan berlebih dalam makanan termasuk ambang batas aman konsumsi yang diizinkan.
Adapun zat tersebut seperti pengawet, pemanis dan pewarna. Untuk zat pengawet penggunaan boraks dan formalin sangat tidak diperbolehkan pada makanan, sedangkan untuk asam benzoat batas maksimum 1000 Mili Gram (Mg) Per Kilo.
Pihaknya juga sangat nenyarankan untuk penggunaan pemanis alami. Sedangkan, pemanis buatan seperti Aspartam hanya boleh maksimal 600Mg Per Kilo. Lalu untuk pewarna alami juga sangat disarankan. Namun apabila tidak, penggunaan pewarna buatan hanya dibatasi maksimal 100Mg per kilo selain rhodamin B, methanil yellow.
“Spot check kami lakukan awal pembukaan pasar takjil. Nantinya akan ada uji lab untuk jajanan takjil di Banyuwangi apakah aman konsumsi atau tidak ketika pembukaan pasar takjil,” kata Amir, Selasa (18/2/2025).
Syarat yang diberikan tidak hanya berlaku pada makanan. Namun jenis minuman juga diberlakukan hal serupa. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah zat berbahaya masuk dalam tubuh sehingga membahayakan para konsumen yang datang.
Amir meminta, para pedagang untuk memperhatikan bahan dan proses pengolahan makanan atau minuman yang mereka jajakan. Hal tersebut untuk memastikan menu berbuka yang dibeli warga kondisinya aman dan menyehatkan.
“kami mengimbau seluruh pedagang menggunakan kemasan pangan yang aman dan higienis, termasuk bahan-bahan alami. Biasanya setelah melakukan spot check di pasar takjil kami akan rilis hasilnya” pungkasnya. [alr/beq]






