Surabaya (beritajatim.com) – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiah (PDNA) Surabaya menggelar pelatihan konten kreator dan storytelling bagi para kader. Peserta merupakan para admin media sosial Nasyiah dari berbagai cabang di Surabaya, yang bertugas mengelola akun-akun digital organisasi tersebut.
Workshop yang berlangsung di Gedung At Taawun Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai usia.
Ketua PDNA Surabaya, Talitha Shabrina El Jihan, menekankan pentingnya kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menarik, terutama di era digital saat ini yang serba cepat dan terhubung.
Ia mengungkapkan bahwa Nasyiah seharusnya menjadi platform informasi digital yang dapat menjangkau semua kalangan, dengan fokus pada isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan anak. “Nasyiah harus bisa berperan dalam menyuarakan isu-isu perempuan dan anak,” ujar Jihan, Sabtu (15/2/2025).
Lebih lanjut, Jihan menjelaskan bahwa seringkali representasi perempuan dalam masyarakat lebih menonjolkan aspek biologis mereka, tanpa melihat peran mereka secara menyeluruh.
Oleh karena itu, Nasyiatul Aisyiah sebagai organisasi perempuan perlu mengambil inisiatif untuk membangun dan menyebarkan isu-isu positif melalui media, khususnya platform digital yang lebih mudah diakses masyarakat luas.
“Setelah workshop ini, kami berharap para kader dapat memiliki wawasan baru dalam menyikapi isu-isu yang berkembang dan menjadi lebih tanggap dalam menyebarkan dakwah melalui digital,” tambahnya.
Dua narasumber hadir untuk membagikan pengetahuan mereka pada peserta workshop. Dwi Putri Ayu Wardhani, seorang spesialis media sosial yang juga merupakan bagian dari RBC Institute Malik Fadjar, berbagi wawasan mengenai teknik storytelling yang efektif di media sosial.
Selain itu, Adhek Dharma Santoso, seorang videografer dan jurnalis, juga memberikan materi terkait pembuatan konten visual untuk storytelling.
Putri menyampaikan berbagai teknik storytelling, mulai dari elemen-elemen penting dalam cerita, cara menyentuh emosi audiens, hingga tips membuat video yang efektif untuk storytelling. Tak hanya teori, peserta juga diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan teknik-teknik tersebut.
Menurut Putri, organisasi seperti Nasyiatul Aisyiah memiliki peran besar dalam membangun narasi positif tentang perempuan dan anak, terutama untuk melawan isu-isu negatif yang sering muncul di media.
“Kita harus bekerja keras untuk menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang peran perempuan dan anak dalam masyarakat melalui media massa, terutama di dunia digital,” pungkasnya. [ipl/ian]






