Surabaya (beritajatim.com) – Menggunakan produk perawatan kulit baru memang bisa menjadi pengalaman menyenangkan, terutama jika berharap mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bercahaya. Namun, bagaimana jika justru muncul jerawat atau iritasi setelah penggunaan? Jangan langsung panik! Kondisi ini bisa jadi merupakan purging atau justru breakout. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar dapat mengambil langkah yang tepat.
Apa Itu Skin Purging?
Skin purging adalah proses alami di mana kulit mempercepat regenerasi sel akibat penggunaan bahan aktif tertentu, seperti retinol, AHA, atau BHA. Dalam proses ini, kotoran dan minyak yang terperangkap di dalam pori-pori terdorong ke permukaan, sehingga menyebabkan munculnya jerawat kecil, komedo, atau bruntusan di area yang sebelumnya memang rentan. Purging umumnya berlangsung sekitar 4-6 minggu dan akan membaik jika pemakaian produk tetap dilanjutkan sesuai aturan.
Apa Itu Breakout?
Berbeda dengan purging, breakout terjadi ketika kulit mengalami reaksi negatif terhadap suatu produk. Hal ini biasanya dipicu oleh bahan yang tidak cocok dengan kondisi kulit, sehingga menimbulkan iritasi. Breakout seringkali disertai dengan kemerahan, gatal, bengkak, atau rasa perih, dan dapat muncul di area yang sebelumnya tidak rentan terhadap jerawat.
Bagaimana Cara Membedakan Purging dan Breakout?
Karena keduanya memiliki gejala yang mirip, berikut adalah beberapa cara untuk membedakannya:
· Waktu Kemunculan
Menurut laman health.com, purging biasanya terjadi tak lama setelah mulai menggunakan produk skincare baru yang mengandung bahan aktif tertentu. Sebaliknya, breakout bisa muncul kapan saja karena dipengaruhi oleh faktor lain seperti produksi minyak berlebih, bakteri, perubahan hormon, stres, atau ketidakseimbangan perawatan kulit.
· Durasi
Purging bersifat sementara dan akan membaik dalam beberapa minggu jika pemakaian produk tetap dilanjutkan. Sebaliknya, breakout bisa berlangsung lama atau terus berulang jika kulit tidak cocok dengan bahan yang digunakan.
· Lokasi Munculnya Jerawat
Purging cenderung muncul di area wajah yang sebelumnya sudah rentan berjerawat, seperti dahi, dagu, dan hidung. Sedangkan breakout bisa terjadi di area yang tidak biasa terkena jerawat, misalnya pipi atau sekitar mata.
· Jenis Jerawat yang Muncul
Skin purging biasanya ditandai dengan komedo putih (whiteheads) atau komedo hitam (blackheads). Sementara itu, breakout lebih mungkin menyebabkan jerawat yang meradang, seperti kista atau nodul yang terasa nyeri.
Kapan Harus Berhenti Menggunakan Produk?
Tidak semua reaksi kulit bisa dikategorikan sebagai purging. Jika setelah menggunakan produk baru kalian mengalami iritasi berlebihan, rasa terbakar, pengelupasan parah, atau kemerahan yang tidak kunjung membaik, hal tersebut bisa jadi merupakan tanda alergi atau sensitivitas terhadap bahan tertentu. Dalam kasus seperti ini, sebaiknya hentikan penggunaan produk dan konsultasikan dengan ahli dermatologi untuk mendapatkan solusi yang tepat.
Dengan memahami perbedaan antara purging dan breakout, kalian bisa lebih bijak dalam merawat kulit dan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa untuk selalu melakukan patch test sebelum mencoba produk baru agar dapat mengurangi risiko reaksi negatif pada kulit. [mnd/aje]






