Surabaya (beritajatim.com) – Warga Kampung Pecinan tertua di Tambak Bayan, Surabaya yang telah ada sejak 1930, bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2025/2576 Kongzili dengan penuh sukacita dan rasa syukur.
Mereka mulai menghias lampu lampion berbagai bentuk dan warna. Sementara pemudanya serius melatih gerakan tari barongsai, beserta kesenian caplokan.
Tokoh Kampung Pecinan Tambak Bayan, Suseno Karja mengatakan, perayaan imlek tahun ini tidak semeriah tahun sebelumnya. Namun tetap kental dengan perasaan syukur dan optimistis menatap masa depan.
“Dalam perayaan imlek tanggal 29 Januari 2025 besok ini, tetap ada pertunjukan barongsai yang keliling kampung. Terus akan ada juga kesenian caplokan,” kata Suseno Karja ditemui beritajatim.com di rumahnya, hari Jumat (17/1).
Pertunjukan seni mengelilingi kampung pecinan tertua di Surabaya ini dibuka umum, kata Suseno Karja, siapa pun boleh menyaksikan. Dan di ruas jalan perkampungan akan dihias dengan lampion dan payung.
“Nanti pertunjukan dimulai pukul 08.00 WIB pagi hari. Dan jalan kampung pecinan ini akan dihiasi lampion dan payung, dilengkapi gliter,” terang dia.
Suseno Karja menjelaskan, setiap perayaan tahun baru imlek di kampungnya akan selalu ramai oleh kunjungan sanak keluarga dari jauh. Tidak hanya mereka yang dari Chinese Tionghoa, tetapi Kristiani, bahkan Mualaf dari suku Jawa, dan juga Madura.
“Warga yang merayakan imlek ini banyak, ada 40 persil. Serta ada juga tambahan yang merayakan ini warga Jawa, Kristen, ataupun Mualaf dulunya Chinese Tionghoa. Mereka ini berbagi keberkahan angpao imlek kepada anak anak dan pemuda – pemudi yang belum menikah,” rincinya.
Sebagai orang tua, lanjut Suseno Karja, pihaknya memaknai imlek 2576 Kongzili ini dengan penuh rasa syukur. Kata dia, masih diberikan kenikmatan hidup dan ia berharap tanah pecinan yang ditinggalinya ini segera bebas dari sengketa lahan.
“Memaknai imlek di tahun 2025 ini cukup dengan sederhana dengan rasa syukur. Dan sampai saat ini warga pecinan Tambak Bayan Surabaya masih memperjuangkan ruang hidup kami, itu harapannya saya di tahun baru imlek,” tandasnya.
Perlu diketahui, warga Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya ini telah berkonflik sengketa lahan dengan Hotel Veni Vidi Vici (V3), sejak tahun 2006 lalu. Dan hingga sekarang pun mereka masih berjuang memenangkan sengketa lahan tersebut. [ram/aje]






