Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 486 makam di Hutan Brongkos Desa Siraman Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar dipindahkan. Pemindahan ini dilakukan sejak beberapa hari lalu dan ditargetkan selesai dalam 7 hari kedepan.
Makam di hutan Brongkos ini terkenal mitos angker. Menurut masyarakat sekitar makam di hutan Brongkos ini sejak dulu sudah terkenal angker.
“Total ada 486 makam yang dipindahkan itu dipindahkan ke bagian belakang saja, cuma digeser,” kata Hakim Catur Yulianto, Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Selasa (14/01/2025).
Pemindahan makam angker ini terpaksa dilakukan karena pemerintah pusat akan melakukan pelurusan jalur. Jalur Brongkos yang sebelumnya berkelok akan dibuat lurus dengan dibangun jembatan.
Sehingga makan Brongkos tersebut mau tidak mau harus direlokasi. Sebelum direlokasi, warga setempat dan dinas terkait juga sudah melakukan serangkaian upacara adat, agar proses pemindahan makam bisa berjalan lancar.
“Itu kan Pemerintah pusat akan melakukan pelurusan jalur sehingga lokasi makan itu akan digunakan untuk jalan, dan sesuai dengan kesepakatan makan itu kemudian kami relokasi ke bagian belakang,” bebernya.
Ratusan makam ini akan direlokasi ke bagian belakang yang tidak jauh dari tempat awal. Yang terpenting makam tersebut tidak tertabrak proyek pelurusan jalan.
“Kita targetkan proses pemindahan makam ini bisa selesai dalam 7 hari kedepan,” tegasnya.
Total ada 4 titik yang bakal dilakukan pelurusan jalur mulai dari Kecamatan Kesamben hingga Karangkates, Malang. Semua proyek tersebut dikerjakan langsung oleh Kementerian PUPR. [owi/aje]






