Jember (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang rencananya mulai dilaksanakan pada Senin (13/1/2025) akhirnya ditunda. Belum ada penjelasan soal jadwal baru dimulainya program tersebut.
Komandan Distrik Militer 0824 Letnan Kolonel Artileri Medan Indra Andriansyah mengatakan, dapur umum, personel, dan pemasok bahan pangan sebenarnya sudah siap untuk menyajikan makanan bagi tiga ribu orang pelajar. “Tinggal mekanisme penyaluran anggaran saja. Masih terkendala itu saja,” katanya.
Indra belum bisa menjawab soal jadwal baru dimulainya program Makan Bergizi Gratis. “Kami belum bisa menentukan, karena sebetulnya untuk menjawab ini adalah kepala dapur karena langsung dari BGN (Badan Gizi Nasional),” katanya.
Menurut Indra, TNI hanya mendampingi pelaksanaan program. “Kalau penyaluran anggaran ini sudah clear, bisa langsung operasional. Kami dapur sudah siap,” katanya.
Dengan jumlah siswa di Jember yang mencapai kurang lebih 450 ribu orang, Indra memperkirakan diperlukan setidaknya 157-160 dapur sehat. “Nanti dari BGN ada bentuk kerja sama, baik di bawah BGN langsung, ada yang bekerja sama dengan instansi, maupun BGN bekerja sama dengan swasta. Namun pelaksanaannya tetap berkoordinasi dengan Kodim,” katanya.
Koordinasi ini untuk menghindari kekurangan atau kelebihan jumlah dapur maupun pendistribusian malanan yang tidak merata. Distribusi makanan sendiri dilakukan warga yang sudah direkrut.
“Mulai dari penyiapan bahan baku, memasak, semuanya kami manfaatkan masyarakat setempat, ibu-ibu, UMKM, maupun karang taruna. Tidak ada TNI yang terlibat mendistribusikan, kami hanya mendampingi. Kalau ada personel yang ikut, itu di luar struktural,” kata Indra.
Realisasi Makan Bergizi Gratis di Jember dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, menurut Kepala Dinas Pendidikan Jember Hadi Mulyono, diperuntukkan tiga ribu siswa terlebih dulu. “Belum semua, karena Satuan Layanan Pemenuhan Gizi di Jember baru satu unit di Koramil,” katanya, diberitakan Sabtu (11/1/2025).
Uji coba makan bergizi gratis ini sudah dilakukan Pramuka Kwartir Daerah Jatim dan kepolisian resor. Makan bergizi gratis ini diperuntukkan siswa sekolah negeri dan swasta, termasuk santri. “Kalau melihat program ini kan juga menyasar ibu hamil, balita, dan ibu menyusui,” kata Hadi. [wir]






