Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji 2025. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, menyampaikan bahwa Kemenag berupaya memberikan layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi yang optimal selama jamaah berada di Arab Saudi.
Hilman menyampaikan rincian ini dalam Rapat bersama Tim Panja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 H di Senayan, Jakarta.
“Alhamdulillah, kita memiliki semangat yang sama untuk merumuskan pembiayaan haji yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan bagi jamaah haji Indonesia,” ujar Hilman melansir situs resmi Kementerian Agama.
Pada 2025, Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221.000 jamaah, terdiri dari 201.063 jamaah reguler, 1.572 petugas haji daerah, 685 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), dan 17.680 jamaah haji khusus.
Transportasi
Kemenag telah melakukan seleksi ketat terhadap penyedia transportasi udara bagi jamaah haji 1446 H sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) No 1197 tahun 2024. “Ada dua maskapai dalam negeri, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Group, serta satu maskapai luar negeri, Saudia Airlines, yang memenuhi syarat administratif dan teknis,” jelas Hilman.
Hilman menambahkan, pemilihan maskapai didasarkan pada pengalaman, kinerja ketepatan waktu (OTP), dan faktor lainnya. Di Arab Saudi, transportasi meliputi bus antarkota perhajian, masyair, dan bus shalawat.
Akomodasi
Dalam hal akomodasi, Kemenag menekankan aspek kelayakan, kesehatan, kenyamanan, dan aksesibilitas ke Masjidil Haram. “Hotel yang digunakan di Makkah berjarak maksimal 4.500 meter dari Masjidil Haram dan harus dapat diakses dengan satu kali rute bus shalawat. Sementara di Madinah, jarak terjauh hotel dari Masjid Nabawi adalah 1.000 meter,” ungkap Hilman.
Proses pengadaan dilakukan secara independen dan diawasi oleh tim Itjen serta diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Konsumsi
Untuk konsumsi, Kemenag menyediakan 27 kali makan di Madinah dan 84 kali makan selama 28 hari di Makkah, serta 17 kali makan di Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna). “Menu yang disajikan bercita rasa Nusantara, sehingga jamaah tetap dapat menikmati makanan yang familiar,” kata Hilman.
Menurut Hilman, banyak perusahaan penyedia layanan di Arab Saudi yang berminat bekerja sama dengan Kemenag. “Jumlah perusahaan yang mendaftar mencapai ratusan, namun hanya sekitar 25%-30% yang digunakan,” ujarnya.
Kemenag terus berupaya memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, menjadikan ibadah haji lebih lancar dan nyaman. [aje]






