Kediri (beritajatim.com) – Semangat baru muncul di kalangan santri dengan hadirnya Persatuan Olahraga Billiard Santri (POB-S). Komunitas ini dibentuk oleh Shofa Chasba Bahreisy atau Gus Reisy bersama rekan-rekannya untuk mewadahi dan mengembangkan potensi para santri di bidang olahraga billiard.
Ketua POB-S, Gus Reisy mengungkapkan bahwa komunitas ini memberikan kesempatan bagi santri untuk bergabung dengan program pelatihan rutin, kompetisi, serta kegiatan lainnya yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan semangat kompetitif.
“Kami ingin memberikan kemudahan bagi para santri untuk bergabung dalam komunitas billiard. Oleh karena itu, kami menawarkan keanggotaan khusus yang memberikan akses luas pada pelatihan dan kompetisi,” jelas Gus Reisy ditemui Kamis (7/1/2025).
Pelatihan rutin dijadwalkan setiap bulan, melibatkan pelatih berpengalaman dan atlet billiard nasional maupun internasional. Selain itu, POB-S berencana mengadakan kompetisi antar pesantren untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan kemampuan para peserta.
Tidak hanya fokus pada pelatihan, POB-S juga berkomitmen membantu pesantren-pesantren menyediakan fasilitas billiard yang memadai. Langkah ini bertujuan mendukung pengembangan komunitas billiard di lingkungan pesantren.
Pada Kamis (2/1/2025) lalu, POB-S menggelar gathering dan deklarasi komunitas dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk koordinasi dengan para kiai untuk mendapatkan restu. Gus Reisy berharap olahraga billiard dapat menjadi bagian dari kompetisi Liga Santri yang selama ini hanya berfokus pada sepak bola.
“POB-S telah menjalin kerja sama dengan Persatuan Olahraga Billiard Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Timur. Kolaborasi ini membuka peluang bagi santri untuk berkompetisi di tingkat lokal hingga nasional,” jelas Gus Reisy.
POB-S merencanakan berbagai kegiatan rutin, seperti gathering, coaching clinic, kompetisi internal, dan kompetisi antar pesantren. Dengan langkah ini, POB-S optimis dapat mendorong kemajuan olahraga billiard di kalangan santri, sekaligus memperkuat awareness dan citra positif Billiard sebagai olahraga untuk semua lapisan masyarakat.
Terlebih, pihaknya telah mendapatkan restu oleh para kiai dan gawagis (sebutan untuk para putra kiai). Di antaranya Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Djalil, Pengasuh Pondok Pesantren Jampes Kediri KH Abidurrahman Karim sebagai pembina POB-S, dan mereka juga dapat restu dari Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha.
Rio Pandu Jatmiko, salah satu atlet billiard kaliber nasional yang berasal dari Kediri menyambut baik terbentuknya POB-S yang mewadahi para santri yang menggemari olahraga billiard.
“Bagi saya, ini adalah gebrakan yang positif untuk mengembangkan potensi para santri dalam dunia olahraga billiard. Tidak dipungkiri nantinya akan muncul para atlet muda profesional dari kalangan santri,” tandasnya.
Rio juga siap memberikan pelatihan rutin bagi para santri yang memiliki minat pada olahraga billiard melalui wadah POB-S tersebut.
Ketua POBSI kediri I Wayan Bernis C Krisnanto yang hadir saat deklarasi pembentukan komunitas tersebut juga menyambut hangat. Pihaknya berharap bisa membuka ruang para atlet muda berbakat di tingkat lokal hingga nasional. [ian]







1 Komentar
benar-benar sebuah gebrakan baru. semoga bisa membawa kesan positif untuk seterusnya di mata masyarakat untuk cabor ini.