Bojonegoro (beritajatim.com) – Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, jumlah kasus DBD tahun ini mengalami peningkatan drastis jika dibanding tahun sebelumnya.
Dalam Surat Edaran Bupati Bojonegoro Nomor 400.7.9.2/5910/412.202/2024 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus DBD itu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemberian larvasida selektif, fogging, dan pengkabutan dengan ULV di 93 sekolah.
Sesuai data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, jumlah kasus demam berdarah sepanjang 2024 ini ada sebanyak 580 kasus. Jumlah itu meningkat dibandingkan pada 2023 lalu, dimana jumlahnya mencapai 253 kasus, dan di tahun 2024 ini bertambah sebanyak 327 kasus.
“Maka masyarakat harus ekstra waspada supaya dapat mengantisipasinya,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bojonegoro, Fajar Respati, (4/1/2025).
Fajar menjelaskan, ciri-ciri terkena DBD, diantaranya demam tinggi mencapai 40 derajat yang berlangsung selama 2 hingga 7 hari lamanya. Tak hanya itu, demam tinggi tersebut, biasanya disertai nyeri otot dan sendi, lemas hingga sakit kepala.
“Jika mengalami ciri-ciri diatas, masyarakat dihimbau agar segera datang ke Puskesmas atau Rumah Sakit,” pungkas Fajar. [lus/kun]






