Surabaya (beritajatim.com)- 2 atlet Persatuan Tenis Meja (PTM) Kembang Kuning Surabaya berhasil mengharumkan nama kota pahlawan dengan menyabet gelar juara dalam ajang Sirkuit Tenis Meja se Jawa Timur yang digelar pada Minggu (29/12/2024).
2 atlet asal PTM Kembang Kuning yang berhasil menyabet juara itu adalah Akbar (12) dan Bima (15). Mereka masing-masing menjadi juara pertama dan kedua dalam gelaran Sirkuit Tenis Meja se-Jatim yang diikuti 50 peserta dari berbagai daerah.
Salah satu pengurus PTM Kembang Kuning, Iskhak mengatakan, Akbar telah menjuarai tiga kali dalam beberapa turnamen tenis meja yang ada di Jawa Timur. Sementara Bima, dalam performanya berhasil meraih juara II.
“Usia sekelas 12 tahun, Akbar pernah juara di Kediri, di SWK, dan di Semolowaru kemarin juara 1, total ada 3 kali juara. Untuk Bima usia 15 tahun baru kali ini naik podium,” ujarnya saat diwawancarai Beritajatim.com, Kamis (02/01/2025)
Menurut Iskhak, kesuksesan dua anak asuhnya merupakan buah dari kerja keras seluruh tim. Utamanya kedua atlet yang tidak pernah lelah untuk belajar. Apalagi, jelang pertandingan penting, dua atlet PTM Kembang Kuning itu menambah porsi latihan untuk mendapatkan hasil terbaik.
“Tipsnya ya setiap dari pelatih kami menambah porsi latihan, ditambah lagi sebelum menghadapi turnamen dan juga ada arahan dari Bapak Pembina kita,” ungkapnya.
Iskhak menjelaskan bahwa saat ini olahraga tenis meja sudah menjamur di kampung-kampung Surabaya. Hal ini membuat banyak atlet-atlet muda berbakat bisa termonitor dengan mudah. Baginya, saat ini pemerintah tinggal memberikan wadah untuk membuat event pertandingan antar petenis meja supaya bisa mendapatkan bibit atlet nasional maupun internasional.
“Menurut saya PTM sudah banyak berkembang, di tiap daerah sudah banyak yang tumbuh. Eventnya tapi kurang. Harusnya ditunjang dari pemerintah, Koni,” terangnya.
Sebab, selama ini para atlet belum ada yang mewadahi untuk bisa bermain di event turnamen dengan kelas yang lebih tinggi lagi.
“Kalau kayak biasa, eventnya ya biasa biasa saja, kalau ada dukungan dari Pemerintah, mungkin kelasnya bisa lebih tinggi,” pungkasnya. [ang/aje]






