Surabaya (beritajatim.com) – BPBD imbau warga Surabaya agar lebih waspada setelah dua orang dilaporkan hanyut dan meninggal dunia dalam sepekan terakhir, Selasa (31/12).
Korban meninggal dunia itu adalah RS balita 3,5 tahun yang hanyut di sekolan Kelurahan Babatan pada Selasa (24/12/2024). Kemudian, PP remaja 15 tahun tenggelam di Waduk Kedurus hari Senin kemarin.
Kepala BPBD Surabaya Agus Hebi Djuniantoro itu mengatakan, peringatan soal bencana hidrometeorologi basah telah disampaikan lewat SE (Surat Edaran) Walikota sejak November 2024 lalu.
SE Walikota itu sudah disampaikan kepada setiap lurah dan camat se- Surabaya. Katanya, lurah dan camat ini; berkewajiban untuk mensosialisasikan imbauan hidro meteorologi tersebut ke warganya.
“Kepada warga Surabaya kita sudah memberikan imbauan terhadap hidro meteorologi. Bahwa saat hujan sebaiknya jangan bermain air atau berenang. Itu yang kita sampaikan ke camat dan lurah,” papar Kepala BPBD Surabaya Hebi, Selasa (31/12).
Lebih lanjut, Hebi menjelaskan bahwa tim BPBD ke depan akan berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Akan memasang papan larangan berenang, memancing, ataupun bermain – main di sepanjang aliran lokasi sungai.
“Dan untuk memperketat lagi. Kita berkoordinasi dengan pengampu sungai BBWS untuk meletakkan papan imbauan dilarang memancing, bermain air ataupun berenang,” ucap Hebi, Kepala BPBD itu. (rma/ted)






